Hadapi Ancaman Resesi 2023, Jabar Siapkan BLT Korban PHK
Jum'at, 18 November 2022 - 16:17 WIB
loading...
A
A
A
"Diprediksi tahun depan terjadi resesi, khsususnya negara di luar zona Asia. Zona Asia relatif tak akan terlalu terkena resesi . Dari 100 persen ekonomi dunia yang dimintai pendapat pun, 90 persennya menyatakan Indonesia tak akan terdampak terlalu besar," jelasnya.
Baca juga: Kapal Pengangkut TKI Ilegal Tenggelam, 4 Tewas dan 3 Masih Hilang
Lebih lanjut Kang Emil mengatakan, selain pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih tumbuh positif, kesenjangan dengan angka inflasi pun tidak terlalu jauh. Artinya, kenaikan harga masih terkendali. "Pertumbuhan ekonomi kita masih positif, gap dengan inflasi juga tidak terlalu jauh, artinya kenaikan harga masih terkendali," ujarnya.
Begitu pula di Jabar, pertumbuhan ekonomi di kuartal III tahun ini hampir menyentuh enam persen. Menurut dia, meningkatnya inflasi lebih karena dipengaruhi oleh harga bahan bakar minyak (BBM). Sedangkan harga sembako di pasar-pasar tradisional di Jabar masih terkendali.
"Jabar juga mewakili, kita tumbuh tertinggi di kuartal III hampir enam persen pertumbuhan ekonominya. Inflasi tinggi lebih karena BBM, bukan sembako," pungkas Kang Emil.
Baca juga: Kapal Pengangkut TKI Ilegal Tenggelam, 4 Tewas dan 3 Masih Hilang
Lebih lanjut Kang Emil mengatakan, selain pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih tumbuh positif, kesenjangan dengan angka inflasi pun tidak terlalu jauh. Artinya, kenaikan harga masih terkendali. "Pertumbuhan ekonomi kita masih positif, gap dengan inflasi juga tidak terlalu jauh, artinya kenaikan harga masih terkendali," ujarnya.
Begitu pula di Jabar, pertumbuhan ekonomi di kuartal III tahun ini hampir menyentuh enam persen. Menurut dia, meningkatnya inflasi lebih karena dipengaruhi oleh harga bahan bakar minyak (BBM). Sedangkan harga sembako di pasar-pasar tradisional di Jabar masih terkendali.
"Jabar juga mewakili, kita tumbuh tertinggi di kuartal III hampir enam persen pertumbuhan ekonominya. Inflasi tinggi lebih karena BBM, bukan sembako," pungkas Kang Emil.
(eyt)
Lihat Juga :