alexametrics

QRIS Bakal Bisa Digunakan di Faskes dan Tempat Wisata

loading...
QRIS Bakal Bisa Digunakan di Faskes dan Tempat Wisata
Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A+ A-
BANDUNG - Kantor Bank Indonesia (BI) Jawa Barat mendorong penggunaan QRIS untuk sektor transportasi publik, fasilitas kesehatan, dan wisata edukasi. Rencana pengembangan ini, setelah sebelumnya metode pembayaran ini dipakai untuk pembayaran uji KIR di Sukabumi.

Kepala Kantor Perwakilan BI Jabar Herawanto mengatakan, Bank Indonesia Jawa Barat akan terus bekerja sama dengan pemerintah, perbankan dan pihak terkait lainnya untuk melakukan upaya akselerasi implementasi QRIS. (BACA JUGA:Komitmen Pulihkan Ekonomi, Bank bjb Teken Kerja Sama Penjaminan Modal Kerja)

"Pada tahun 2020 ini, QRIS akan lebih difokuskan pada tiga sektor. QRIS dihunakan sebagai salah satu media transaksi non tunai guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dan pelayanan kepada masyarakat," kata Herawanto, Rabu (8/7/2020). (BACA JUGA:Pasar Sindu Jadi Kawasan Pasar Tradisional Digital Berbasis QRIS)

Menurut dia, penggunaan QRIS menjadi solusi transaksi yang mudah dan mendukung penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Serta upaya percepatan pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi.



Baru-baru ini, ujar Herawanto, untuk pertama kalinya QRIS dipakai untuk pembayaran uji KIR di Sukabumi. Penggunaannya hasil kerja sama antara Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat dan Kota Sukabumi.

Dalam sistem pembayarannya, Kota Sukabumi bekerja sama dengan salah satu perbankan. QRIS dikombinasikan dengan sistem layanan keliling (Mobile Point Of Sales-MPOS), didukung dengan smart card yang sekaligus dapat digunakan untuk memonitor kendaraan apakah telah membayar retribusi KIR atau belum.



Rencananya, penggunaan QRIS untuk transaksi uji KIR akan dikembangkan di 6 kabupaten/kota lainnya di wilayah Jawa Barat di tahun 2020 ini.
(awd)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak