Awas, Asap Rokok Picu Kenaikan Kasus Stunting di Palembang!
Rabu, 16 November 2022 - 09:47 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, hasil identifikasi audit TPPS Palembang, masalah stunting banyak terjadi karena orang tua minim pengetahuan terkait tumbuh kembang anak, serta masih ada pernikahan dini tanpa memperhatikan kebutuhan gizi dan vitamin bagi ibu hamil.
"Pernikahan dini dalam arti selain menikah di usia belum matang, calon orang tua tidak memikirkan kebutuhan gizi yang bakal mencukupi saat anak masih dalam kandungan," jelasnya.
Kepala Dinkes Palembang, Fenty Aprina mengatakan, bahwa penanganan kasus stunting juga terus digencarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, dengan berinovasi dan intervensi pencegahan melalui Puskemas.
"Termasuk memberikan pelatihan kepada para calon orang tua agar kebutuhan anak terpenuhi, dan tidak menghambat tumbuh kembang anak sejak masih dalam kandungan," jelasnya.
Diungkapkan Fenty, sejumlah intervensi penangan stunting yang dilakukan TPPS Palembang yakni konseling gizi seimbang, pemberian makan bayi dan anak (PMBA), serta pemberian makanan tambahan seperti Biskuit dan susu
"Pernikahan dini dalam arti selain menikah di usia belum matang, calon orang tua tidak memikirkan kebutuhan gizi yang bakal mencukupi saat anak masih dalam kandungan," jelasnya.
Kepala Dinkes Palembang, Fenty Aprina mengatakan, bahwa penanganan kasus stunting juga terus digencarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, dengan berinovasi dan intervensi pencegahan melalui Puskemas.
"Termasuk memberikan pelatihan kepada para calon orang tua agar kebutuhan anak terpenuhi, dan tidak menghambat tumbuh kembang anak sejak masih dalam kandungan," jelasnya.
Diungkapkan Fenty, sejumlah intervensi penangan stunting yang dilakukan TPPS Palembang yakni konseling gizi seimbang, pemberian makan bayi dan anak (PMBA), serta pemberian makanan tambahan seperti Biskuit dan susu
(msd)
Lihat Juga :