Murid Tak Pakai Jilbab Di-bully di Sekolah, Orang Tua Lapor ke Polres Sragen

Senin, 14 November 2022 - 19:37 WIB
loading...
Murid Tak Pakai Jilbab...
Kapolres Sragen, AKBP Piter Yanottama menjelaskan kasus perundungan yang menimpa siswi SMA berinisial S. Foto/iNews TV/Joko Piroso
A A A
SRAGEN - Seorang siswi SMA Negeri 1 Sumberlawang, Sragen, Jateng berinisial S (14) menjadi korban perundungan (bullying) karena tidak menggunakan hijab saat sekolah. Tak terima, orang tua korban melaporkan kasus yang menimpa anaknya ke Polres Sragen.

Polisi sedang memproses aduan tersebut dengan mengedepankan prinsip ultimum remedium dengan mengedepankan mediasi dan pendekatan ranah pidana menjadi langkah terakhir.

Baca juga: Larangan Wajib Jilbab Siswa Dibatalkan MA, Kemendagri Beri Respons

Meskipun pihak sekolah telah melakukan deklarasi anti perundungan dan kekerasan, namun pihak korban mengaku belum ada tindakan nyata untuk menyelesaikan permasalahan perundungan tersebut.

Bahkan korban dan saudaranya masih enggan masuk sekolah karena malu dan takut. Keluarga pun telah membuat aduan ke Polres Sragen karena merasa tidak ada penyelesaian secara nyata oleh sekolah.



Kapolres Sragen, AKBP Piter Yanottama menyatakan, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sragen telah memproses aduan ini. Namun pihaknya akan mengedepankan pendekatan ultimum remedium dalam kasus ini, langkah pidana menjadi tindakan akhir dan mengupayakan restorative justice.

Dalam waktu dekat petugas akan memfasilitasi pihak terkait untuk dilakukan mediasi ataupun dialog agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Baca juga: Insiden Sekolah Paksakan Murid Kenakan Jilbab Jangan Sampai Terulang Kembali

Diketahui aksi perundungan terhadap korban S oleh oknum guru mata pelajaran karena tidak menggunakan hijab terjadi di saat jam pelajaran matematika. Akibatnya korban merasa tertekan dan memilih pulang meninggalkan kelas.

Di hari yang sama, guru yang bersangkutan disebut langsung meminta maaf ke orang tua korban. Namun keesokan harinya, korban kembali ke sekolah dan kembali mendapat perundungan secara tidak langsung oleh kakak kelasnya.

Atas peristiwa itu, korban bersama saudaranya satu kelas akhirnya memilih untuk tidak masuk sekolah.

"Nanti aduan itu akan kita cek kronologi mengundang saksi-saksi klarifikasi. Tapi poin pentingnya adalah kita tetap berpedoman prinsipnya ultimum remedium, artinya pendekatan pidana itu adalah obat terakhir," kata Kapolres Sragen, AKBP Piter Yanottama, Senin (14/11/2022).

Sementara orang tua korban, Agung Purnomo menyatakan, hasil permintaan SMA Negeri 1 Sumberlawang pihaknya akan dikasih ruang dialog.

"Saya ingin dialog yang baik namun tidak kami dapatkan. Sampai acara kemarin lebih condong ke acara siremonial dan terus eksensinya ke anak kami yang sebagai korban tidak ada," ujarnya.

"Yang kami butuhkan dari awal bahwa akan diadakan satu forum tertutup terkaitan permasalahan yang seperti apa dengan para pihak terkait dan dari dinas seperti apa. Dari para pelakunya juga tau bagaimana memperbaiki diri. Anaknya juga bisa terehabilitasi istilahnya digedekne (besarkan) atine," tandasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lawan Tawuran dan Bullying,...
Lawan Tawuran dan Bullying, Pemkot Jakpus-MNC Peduli Bina 1.725 Anggota PMR
Polisi Harus Usut Mendalam...
Polisi Harus Usut Mendalam Korban Perundungan dan Tersengat Listrik di Jakpus
Kasus Bocah 6 Tahun...
Kasus Bocah 6 Tahun Dibully dan Disetrum ke Tiang Listrik hingga Koma, Cuma 1 Pelaku Ditahan Polisi
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
Gus Miftah Soroti Bullying...
Gus Miftah Soroti Bullying hingga Judi Online, Pesantren Diminta Jadi Ruang Aman Santri
Lawan Perundungan di...
Lawan Perundungan di Sekolah, Wilmar Masukkan Program Anti-Bullying di Kurikulum
Amanda Manopo Sambangi...
Amanda Manopo Sambangi Polres Metro Jakarta Selatan, Diduga Jadi Korban Pemalsuan Tanda Tangan
Sekolah Garda Terdepan...
Sekolah Garda Terdepan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Belajar
Menkes: Yang Paling...
Menkes: Yang Paling Banyak Dikeluhkan Dokter adalah Perundungan
Rekomendasi
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
Insentif Kendaraan Listrik...
Insentif Kendaraan Listrik Mundur Jauh, Begini Kata Purbaya
Berita Terkini
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Infografis
10 Pesawat Tempur Paling...
10 Pesawat Tempur Paling Laku di Pasaran, Juaranya Tak Terduga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved