Suara Anak Muda Papua: Jangan Lindungi Pencuri di Tanah Surga

Sabtu, 12 November 2022 - 11:57 WIB
loading...
Suara Anak Muda Papua: Jangan Lindungi Pencuri di Tanah Surga
Sekretaris Barisan Rakyat Peduli Nusantara (Barapen) Papua, Jhon Mokay. (Ist)
A A A
JAYAPURA - Kehadiran tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Tanah Papua yang telah memeriksa dan terus mengusut dugaan korupsi Gubernur Papua Lukas Enembe, memberikan harapan besar kepada generasi muda Papua.

Harapan itu antara lain disuarakan Sekretaris Barisan Rakyat Peduli Nusantara (Barapen) Papua, Jhon Mokay. Di mata pemuda kelahiran Kampung Yahim Kabupaten Jayapura ini, apa yang tengah dilakukan KPK saat ini dengan terus mengumpulkan bukti-bukti dan mendalami keterlibatan pihak-pihak terkait dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Papua, ibarat sedang membersihkan Tanah Surga dari para pencuri.

‘’Karena yang kita tahu bahwa Papua ini kan, bahkan di belahan dunia manapun orang tahu Papua ini sepenggal tanah surga yang jatuh ke bumi. Di tanah surga kok masih ada pencuri? Kalau mau dibilang kan korupsi itu pencuri, pencuri berdasi, masa mau dilindungi, berarti itu sudah terbalik itu,’’ ungkap Jhoh di Jayapura.

Karena itu, Jhon meminta kepada semua pihak, terutama generasi muda Papua untuk terus memberikan dukungan kepada KPK membersihan Papua dari aksi-aksi kotor para koruptor.

“Kalau dengan kasusnya Pak Lukas ini (KPK) berhasil, jelas, pemuda juga kan nanti merasakan dampak positifnya dari kerja KPK selama di tanah Papua, yaitu Papua tanpa korupsi,’’ kata Jhon.

Harapan pemuda Papua yang paling kongkret, aku Jhon, adalah terciptanya lapangan kerja. Dengan itu, pengangguran bisa berkurang drastis.

‘’Karena sayang juga, kalau kita lihat situasi sekarang ini banyak pemuda-pemuda yang punya pendidikan yang mantap, cuma kasihan dia tak punya kesempatan untuk bekerja, baik di pemerintahan maupun di swasta, akhirnya jadi pengangguran, ikut-ikutan hal yang tidak baik. Karena ketiadaan lapangan kerja sangat rawan bagi pemuda Papua. Kalau adanya lapangan kerja maka kebiasaan yang buruk otomatis pasti berkurang, karena mereka sibuk bekerja,” harap Jhon.

Karena itu Jhon menyayangkan adanya pemberitaan terkait Gubernur Papua yang telah menghabiskan ratusan miliar rupiah untuk berjudi di kasino di luar negeri. Menurut Jhon, uang sebanyak itu akan sangat berguna jika dimanfaatkan untuk pendidikan bagi anak-anak muda Papua.

‘’Kalau menurut saya, dengan 560 miliar itu bisa menciptakan seribuan sarjana-sarjana yang unggul untuk tanah Papua ini. Karena percuma kalau kita bilang Papua maju, sedangkan manusianya tidak dibangun,” kata Jhon.

Baca: Pelaku Pembunuhan Dokter Muda Universitas Brawijaya Malang Divonis Seumur Hidup.

Karena itu, Jhon sekali lagi mengimbau semua pihak untuk tidak menghalang-halangi KPK mengusut tuntas kasus-kasus korupsi di Tanah Papua. Jhon juga meminta warga Papua yang masih melindungi Lukas Enembe untuk segera meninggalkan rumah kediaman Lukas. Menurutnya, Lukas Enembe sendiri yang mestinya mengambil peran meminta para simpatisannya itu bubar.

“Mungkin selain gubernur, bisa juga dari pihak gereja. Karena yang kita tahu menjelang natal pihak-pihak gereja mungkin dengan adanya kasus ini bisa ambil alih, bukan seluruhnya tapi mengimbau massa untuk pulang ke rumah, membubarkan diri secara teratur dan baik, tanpa ada gesekan-gesakan dengan pihak-pihak keamanan.” pungkasnnya.
(nag)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3226 seconds (10.177#12.26)