Keseruan saat Perwira Polisi dan Pengasuh Ponpes di Ponorogo Bertanding Futsal
Kamis, 10 November 2022 - 19:49 WIB
loading...
A
A
A
"Ini tadi hanya untuk intermezo. Untuk mengisi waktu luang serta menjalin keakraban dengan ponpes," ungkap Kapolres Ponorogo, AKBP Catur Cahyono Wibowo.
Catur mengatakan, lomba futsal ini dalam rangka Hari Santri Nasional yang bertepatan dengan Hari Pahlawan. "Polisi, santri bergandeng tangan dengan gus dan kiai muda, menjalin komunikasi dan keakraban," tutur dia.
Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU), Muhammad Nabil Hasbullah mengatakan, lomba futsal ini kerjasama antara ponpes di bawah RMINU dengan Polres Ponorogo.
Gus Nabil, panggilan akrab Muhammad Nabil Hasbullah mengaku, kegiatan ini menjadi ikhtiar RMINU, bahwa pesantren sebenarnya bisa dekat dengan siapa saja, termasuk dengan Korps Bhayangkara.
"Bahwa pesantren itu terkesan tertutup kita hilangkan. Kemudian yang berikutnya santri bisa jadi polisi. Polisi juga bisa yang baik," pungkas pengasuh pondok Darul Hikam, Joresan, Tegalsari, Ponorogo itu.
Seperti diketahui lomba futsal ini diikuti 27 ponpes di Ponorogo. Event ini untuk menanamkan jiwa nasionalisme dan patriotism. “Selain untuk menanamkan jiwa patriotism, persatuan serta sportifitas di kalangan santri. Hal itu juga sebagai wujud keterbukaan pondok pesantren dengan kepolisian. Pihak pesantren juga siap membuka diri untuk bekerjasama dengan pihak manapun dalam kebaikan,” kata Gus Reza, pengasuh ponpes Darul Hikam.
Catur mengatakan, lomba futsal ini dalam rangka Hari Santri Nasional yang bertepatan dengan Hari Pahlawan. "Polisi, santri bergandeng tangan dengan gus dan kiai muda, menjalin komunikasi dan keakraban," tutur dia.
Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU), Muhammad Nabil Hasbullah mengatakan, lomba futsal ini kerjasama antara ponpes di bawah RMINU dengan Polres Ponorogo.
Gus Nabil, panggilan akrab Muhammad Nabil Hasbullah mengaku, kegiatan ini menjadi ikhtiar RMINU, bahwa pesantren sebenarnya bisa dekat dengan siapa saja, termasuk dengan Korps Bhayangkara.
"Bahwa pesantren itu terkesan tertutup kita hilangkan. Kemudian yang berikutnya santri bisa jadi polisi. Polisi juga bisa yang baik," pungkas pengasuh pondok Darul Hikam, Joresan, Tegalsari, Ponorogo itu.
Seperti diketahui lomba futsal ini diikuti 27 ponpes di Ponorogo. Event ini untuk menanamkan jiwa nasionalisme dan patriotism. “Selain untuk menanamkan jiwa patriotism, persatuan serta sportifitas di kalangan santri. Hal itu juga sebagai wujud keterbukaan pondok pesantren dengan kepolisian. Pihak pesantren juga siap membuka diri untuk bekerjasama dengan pihak manapun dalam kebaikan,” kata Gus Reza, pengasuh ponpes Darul Hikam.
(msd)
Lihat Juga :