Miris! 9 Siswi SMK Jadi Korban Pelecehan Seksual Guru Olahraga
Kamis, 10 November 2022 - 15:28 WIB
loading...
A
A
A
Tidak terima dengan pelecehan seksual yang dialami anaknya, orang tua A lalu mendatangi sekolah untuk mencari MPS. Setelah terjadi kehebohan di sekolah, sejumlah siswi yang awalnya takut akhirnya menceritakan pelecehan seksual yang dialaminya kepada orang tua masing-masing.
Setelah dilakukan penelusuran, ternyata sejumlah alumni SMK Negeri 2 Sei Rampah, juga melaporkan peristiwa pelecehan seksual yang dilakukan MPS. Pelecehan seksual yang dilakukan berupa perkataan jorok, dan hendak melakukan tes keperawanan dengan cara berhubungan badan.
Baca juga: Cegah Kepunahan, BKSDA Sulut Ajak Masyarakat Tak Konsumsi Satwa Liar
Kepala SMK Negeri 2 Sei Rampah, Edhi Prasetya telah menerima langsung laporan dari para orang tua siswi korban pelecehan seksual yang dilakukan MPS. Bahkan, juga telah dilakukan pertemuan antara MPS, dengan para siswi dan orang tua.
Tak terima dengan pelecehan seksual yang dialami putrinya, seorang orang tua siswi berinisial Nas melaporkan MPS ke Polres Serdang Bedagai. "Kami berharap agar oknum guru tersebut ditindak dan dikeluarkan dari sekolah. Bila tidak ada tindakan, kami akan memindahkan anak-anak dari sekolah," tegasnya.
Setelah dilakukan penelusuran, ternyata sejumlah alumni SMK Negeri 2 Sei Rampah, juga melaporkan peristiwa pelecehan seksual yang dilakukan MPS. Pelecehan seksual yang dilakukan berupa perkataan jorok, dan hendak melakukan tes keperawanan dengan cara berhubungan badan.
Baca juga: Cegah Kepunahan, BKSDA Sulut Ajak Masyarakat Tak Konsumsi Satwa Liar
Kepala SMK Negeri 2 Sei Rampah, Edhi Prasetya telah menerima langsung laporan dari para orang tua siswi korban pelecehan seksual yang dilakukan MPS. Bahkan, juga telah dilakukan pertemuan antara MPS, dengan para siswi dan orang tua.
Tak terima dengan pelecehan seksual yang dialami putrinya, seorang orang tua siswi berinisial Nas melaporkan MPS ke Polres Serdang Bedagai. "Kami berharap agar oknum guru tersebut ditindak dan dikeluarkan dari sekolah. Bila tidak ada tindakan, kami akan memindahkan anak-anak dari sekolah," tegasnya.
(eyt)
Lihat Juga :