Al-Washliyah Sumut Idamkan Pemimpin Berakhlak dan Santun
Selasa, 07 Juli 2020 - 20:25 WIB
loading...
Bakal calon wali kota Medan, Bobby Nasution menuntun sembari mendengarkan curahan hati (curhat) seorang ibu, saat menggelar sosialisasi di kawasan Medan Marelan sebelum terjadinya Pandemi COVID-19 (Foto/ist)
A
A
A
MEDAN - Al Jam'iyatul Washliyah (Al-Washliyah) Sumut mempunyai syarat yang harus dipenuhi bakal calon wali kota Medan untuk Pilkada Seretak 2020. Syarat yang harus dipenuhi yakni sosok santun serta berakhlak mulia.
"Calon wali kota Medan itu harus punya akhlaqul karimah atau akhlak mulia, santun," ujar Ketua Al-Wasliyah Kota Medan, H Azam Nasution.
Azam mengatakan Al-Washliyah merupakan salah satu organisasi Islam tertua di Tanah Air sehingga perlu memberikan tiga kriteria baku yang harus dimiliki pemimpin. Pertama memiliki Sibghoh atau ciri khas orang Al-Washliyah sesuai ajaran ke-Islamannya. Artinya, calon pemimpin di Kota Medan mestilah beragama Islam yang mengamalkan agamanya. (BACA JUGA: Puluhan Anak Yatim "Geruduk" Markas Polres Batubara, Ada Apa?)
Kemudian, harus punya Wijhah atau arah dan tujuan, seperti visi-misi yang jelas. Dan, ketiga, memiliki sifat Khittoh, yakni mengacu kepada arah pergerakan Al-Washliyah, seperti dakwah, pendidikan, amal sosial, amar ma'ruf nahi mungkar.
"Al-Washliyah ini organisasi independen. Kalau ada kader mendukung salah satu calon wali kota itu sah-sah saja," kata Azam yang juga Plt Kadispora Medan.
"Calon wali kota Medan itu harus punya akhlaqul karimah atau akhlak mulia, santun," ujar Ketua Al-Wasliyah Kota Medan, H Azam Nasution.
Azam mengatakan Al-Washliyah merupakan salah satu organisasi Islam tertua di Tanah Air sehingga perlu memberikan tiga kriteria baku yang harus dimiliki pemimpin. Pertama memiliki Sibghoh atau ciri khas orang Al-Washliyah sesuai ajaran ke-Islamannya. Artinya, calon pemimpin di Kota Medan mestilah beragama Islam yang mengamalkan agamanya. (BACA JUGA: Puluhan Anak Yatim "Geruduk" Markas Polres Batubara, Ada Apa?)
Kemudian, harus punya Wijhah atau arah dan tujuan, seperti visi-misi yang jelas. Dan, ketiga, memiliki sifat Khittoh, yakni mengacu kepada arah pergerakan Al-Washliyah, seperti dakwah, pendidikan, amal sosial, amar ma'ruf nahi mungkar.
"Al-Washliyah ini organisasi independen. Kalau ada kader mendukung salah satu calon wali kota itu sah-sah saja," kata Azam yang juga Plt Kadispora Medan.
Lihat Juga :