Bupati Anas Usul Penentu Seleksi Kartu Prakerja Diserahkan ke Gubernur
Senin, 27 April 2020 - 21:06 WIB
loading...
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat menerima penghargaan pembangunan daerah terbaik di Jatim. Penghargaan diserahkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi.Foto/SINDONews/Lukman Hakim
A
A
A
SURABAYA - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengusulkan agar seleksi penerimaan Kartu Prakerja diserahkan kepada gubernur di masing-masing provinsi. Selanjutnya didistribusikan ke kabupaten/kota secara proporsional.
Hal itu karena gubernur sebagai wakil pemerintah pusat mempunyai pemahaman yang lebih komprehensif tentang kondisi masing-masing daerah.
”Program pemerintah pusat Kartu Prakerja sangat bagus. Namun, memang ada kendala-kendala teknis, karena ini semua diatur lewat teknologi. Ada kemungkinan mereka yang tidak layak mendapat Kartu Prakerja malah dapat. Sedangkan yang benar-benar butuh malah tidak dapat karena kendala teknologi,” ujar Bupati Anas, Senin (27/4/2020).
Pelibatan gubernur, lanjut Anas, penting karena data dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini bersifat dinamis. Ada warga yang dua pekan lalu, misalnya, masih berkecukupan secara ekonomi, kini bisa jadi sudah sangat kesulitan. Data-data dinamis di lapangan, kata dia, itu tidak terbaca lewat teknologi. Sistem online sepenuhnya sangat bagus ketika kondisi normal.
Namun dalam situasi saat ini, perlu penilaian offline sesuai otoritas yang paham di daerah, dalam hal ini gubernur. "Sistemnya tetap online, namun untuk seleksi penentuan bisa melibatkan gubernur, yang datanya dari bupati/walikota. Gubernur saya kira bisa lebih memahami siapa-siapa di daerahnya yang layak dapat Kartu Prakerja,” imbuh Anas.
Hal itu karena gubernur sebagai wakil pemerintah pusat mempunyai pemahaman yang lebih komprehensif tentang kondisi masing-masing daerah.
”Program pemerintah pusat Kartu Prakerja sangat bagus. Namun, memang ada kendala-kendala teknis, karena ini semua diatur lewat teknologi. Ada kemungkinan mereka yang tidak layak mendapat Kartu Prakerja malah dapat. Sedangkan yang benar-benar butuh malah tidak dapat karena kendala teknologi,” ujar Bupati Anas, Senin (27/4/2020).
Pelibatan gubernur, lanjut Anas, penting karena data dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini bersifat dinamis. Ada warga yang dua pekan lalu, misalnya, masih berkecukupan secara ekonomi, kini bisa jadi sudah sangat kesulitan. Data-data dinamis di lapangan, kata dia, itu tidak terbaca lewat teknologi. Sistem online sepenuhnya sangat bagus ketika kondisi normal.
Namun dalam situasi saat ini, perlu penilaian offline sesuai otoritas yang paham di daerah, dalam hal ini gubernur. "Sistemnya tetap online, namun untuk seleksi penentuan bisa melibatkan gubernur, yang datanya dari bupati/walikota. Gubernur saya kira bisa lebih memahami siapa-siapa di daerahnya yang layak dapat Kartu Prakerja,” imbuh Anas.
Lihat Juga :