Akhir Tragis Raja Jayanegara Penguasa Majapahit, Dibunuh Abdi Dalem karena Lecehkan Istri Orang
Jum'at, 04 November 2022 - 08:33 WIB
loading...
A
A
A
Ra Tanca adalah satu-satunya Dharmaputra yang masih hidup setelah peristiwa pemberontakan Ra Kuti tahun 1319. Ra Tanca salah satu dari 7 Pejabat Dharmaputra yang berprofesi sebagai tabib Istana menyimpan dendam dalam-dalam terhadap Jayanegara.
Dalam Serat Pararaton disebutkan bahwa dendamnya pada Jayanegara muncul selepas istrinya diperlakukan tidak senonoh oleh raja. Ia juga masih menyimpan dendam terhadap kematian teman-teman seperjuangannya di Dharmaputra.
Baca juga: Misteri Keris Mpu Gandring yang Lenyap di Dasar Kawah Gunung Kelud
Sembilan tahun pascaperistiwa Kuti, putri Tribuanarunggadewi dan Rajadewi Maharajasa yang merupakan dua putri keturunan Raja Kertanegara, tidak diizinkan menikah oleh Raja Jayanegara. Alasannya karena keduanya hendak dikawini oleh Jayanegara. Tindakan tak senonoh itu diterima kedua putri Kertanegara.
Tindakan Jayanegara ini didengar oleh Dharmaputra Tanca. Tanca pun mengadukannya kepada Gajah Mada, yang kala itu menjadi Mahapatih. Para jejaka dan laki-laki menghendaki sang putri disingkirkan oleh Raja Jayanegara. Kebetulan Jayanegara kala itu menderita sakit bisul. Beliau tidak dapat keluar dari istana, dan harus selalu berbaring di atas tempat tidur.
Dalam Serat Pararaton disebutkan bahwa dendamnya pada Jayanegara muncul selepas istrinya diperlakukan tidak senonoh oleh raja. Ia juga masih menyimpan dendam terhadap kematian teman-teman seperjuangannya di Dharmaputra.
Baca juga: Misteri Keris Mpu Gandring yang Lenyap di Dasar Kawah Gunung Kelud
Sembilan tahun pascaperistiwa Kuti, putri Tribuanarunggadewi dan Rajadewi Maharajasa yang merupakan dua putri keturunan Raja Kertanegara, tidak diizinkan menikah oleh Raja Jayanegara. Alasannya karena keduanya hendak dikawini oleh Jayanegara. Tindakan tak senonoh itu diterima kedua putri Kertanegara.
Tindakan Jayanegara ini didengar oleh Dharmaputra Tanca. Tanca pun mengadukannya kepada Gajah Mada, yang kala itu menjadi Mahapatih. Para jejaka dan laki-laki menghendaki sang putri disingkirkan oleh Raja Jayanegara. Kebetulan Jayanegara kala itu menderita sakit bisul. Beliau tidak dapat keluar dari istana, dan harus selalu berbaring di atas tempat tidur.
Lihat Juga :