RKPD Terhambat, Sekda Jateng Sebut Karena Dewan Minta Tambahan Rp92 Miliar
Kamis, 03 November 2022 - 12:41 WIB
loading...
Sekda Jateng Sumarno mengakui pembahasan RKPD lamban karena DPRD Jateng mengajukan penambahan anggaran Rp92 miliar. Foto/Dok. Humas Pemprov Jateng
A
A
A
SEMARANG - Pembahasan Dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Jawa Tengah (Jateng) lamban. Kelambanan ini bukan disebabkan ketidakhadiran Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam rapat paripurna. Justru pembahasan jadi lama karena DPRD Jateng mengajukan penambahan anggaran Rp 92 miliar.
Anggaran Rp92 miliar itu muncul dalam rapat pembahasan RKPD antara Pemprov dan DPRD Jateng. Anggaran itu di antaranya digunakan untuk perjalanan dinas anggota dewan. Baca juga: Pemprov Jateng Gelontorkan Rp60 M ke Warga Terdampak Kenaikan Harga BBM
Setelah dicermati ternyata ada keganjilan. Perjalanan dinas Dewan yang diusulkan per bulan sebanyak 29 kali alias 29 hari. Itu berarti hampir satu tahun full nantinya anggota Dewan selalu keluar kota untuk kunjungan kerja. Tidak ada waktu untuk ngantor di Gedung Berlian.
“Sebulan kan cuma 30 hari, tapi perjalanan dinasnya saja kok 29 hari. Maka pak gubernur menyoroti ini ‘apa ini pas apa ini pantes mas, tolong dikomunikasikan dengan Dewan. Mbok bisa dikurangi untuk program prioritas rakyat’,” kata Sekda Jateng Sumarno di ruang kerjanya, Kamis (3/11/2022).
Proses komunikasi itulah yang menurut Sumarno memakan waktu lama. Akhirnya, setelah Dewan bersedia mengurangi jumlah hari perjalanan dinasnya, RKPD pun ditandatangani Ganjar.
Anggaran Rp92 miliar itu muncul dalam rapat pembahasan RKPD antara Pemprov dan DPRD Jateng. Anggaran itu di antaranya digunakan untuk perjalanan dinas anggota dewan. Baca juga: Pemprov Jateng Gelontorkan Rp60 M ke Warga Terdampak Kenaikan Harga BBM
Setelah dicermati ternyata ada keganjilan. Perjalanan dinas Dewan yang diusulkan per bulan sebanyak 29 kali alias 29 hari. Itu berarti hampir satu tahun full nantinya anggota Dewan selalu keluar kota untuk kunjungan kerja. Tidak ada waktu untuk ngantor di Gedung Berlian.
“Sebulan kan cuma 30 hari, tapi perjalanan dinasnya saja kok 29 hari. Maka pak gubernur menyoroti ini ‘apa ini pas apa ini pantes mas, tolong dikomunikasikan dengan Dewan. Mbok bisa dikurangi untuk program prioritas rakyat’,” kata Sekda Jateng Sumarno di ruang kerjanya, Kamis (3/11/2022).
Proses komunikasi itulah yang menurut Sumarno memakan waktu lama. Akhirnya, setelah Dewan bersedia mengurangi jumlah hari perjalanan dinasnya, RKPD pun ditandatangani Ganjar.
Lihat Juga :