RSSA Malang Siapkan Tim Dokter Forensik untuk Autopsi Korban Tragedi Kanjuruhan
Rabu, 02 November 2022 - 05:32 WIB
loading...
A
A
A
"Yang jelas siapa yang berangkat itu mereka yang memutuskan, biasanya ada satu dokter yang berangkat nggak semuanya berangkat. Kalau terima surat kita berangkat, besok diminta kira berangkat, sudah siap timnya. Mereka sudah berkoordinasi juga di internal organisasi profesi," jelasnya.
"Pemeriksaan gitu itu membutuhkan banyak pendapat, saya nggak tahu pasti, tapi yang jelas lebih dari satu dokter, apalagi kasus ini diminta adanya data yang objektif, tentunya saya yakin yang akan melakukan evaluasi dokternya akan lebih banyak lagi," imbuhnya.
Nantinya proses autopsi akan dilakukan langsung di makam, kemudian hasilnya akan dibawa ke laboratorium toksiologi, namun bukan ke RSSA.
Perhimpunan ahli forensik yang di Jawa Timur, tapi koordinatornya di Saiful Anwar. Kalau memang nanti suratnya diarahkan ke kami.
"Kita nggak bisa di sini nggak punya toksiologi, yang punya kan Puslabfor. Kita memang nggak punya fasilitas itu, tapi untuk memeriksa urine, narkobanya, apa itu kita punya," tandasnya.
"Pemeriksaan gitu itu membutuhkan banyak pendapat, saya nggak tahu pasti, tapi yang jelas lebih dari satu dokter, apalagi kasus ini diminta adanya data yang objektif, tentunya saya yakin yang akan melakukan evaluasi dokternya akan lebih banyak lagi," imbuhnya.
Nantinya proses autopsi akan dilakukan langsung di makam, kemudian hasilnya akan dibawa ke laboratorium toksiologi, namun bukan ke RSSA.
Perhimpunan ahli forensik yang di Jawa Timur, tapi koordinatornya di Saiful Anwar. Kalau memang nanti suratnya diarahkan ke kami.
"Kita nggak bisa di sini nggak punya toksiologi, yang punya kan Puslabfor. Kita memang nggak punya fasilitas itu, tapi untuk memeriksa urine, narkobanya, apa itu kita punya," tandasnya.
Lihat Juga :