Simak Perbedaan ETLE Biasa dan Mobile yang Diberlakukan di Jakarta
Sabtu, 29 Oktober 2022 - 21:22 WIB
loading...
A
A
A
Tilang secara manual yang sudah dilakukan selama ini dianggap banyak mengalami kendala di lapangan, dari mulai kecepatan, komplain-komplain, sampai dengan potensi/ penyalahgunaan kewenangan oleh petugas (pungli).
Sistem tilang elektronik atau ETLE secara resmi diluncurkan di DKI Jakarta pada 25 November 2018. Polda Metro Jaya bersama Pemprov DKI kemudian terus menambahkan titik-titip kamere ETLE. Pada 20 Maret 2021, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran kemudian meluncurkan 30 ETLE Mobile di Jakarta. ETLE Mobile cara kerjanya mirip dengan ETLE statis yang sudah terpasang di sejumlah ruas jalan di DKI Jakarta. Hanya saja, ETLE Mobile bisa berpindah-pindah lokasi.
Secara umum terdapat 5 tahap mekanisme atau cara kerja ETLE, yakni:
Tahap 1
Perangkat secara otomatis menangkap pelanggaran lalu lintas yang dimonitor dan mengirimkan media barang bukti pelanggaran ke Back Office ETLE di RTMC Polda Metro Jaya.
Tahap 2
Petugas mengidentifikasi data kendaraan menggunakan Electronic Registration dan Identifikasi (ERI) sebagai sumber data kendaraan.
Tahap 3
Petugas mengirimkan surat konfirmasi ke alamat publik kendaraan bermotor untuk permohonan konfirmasi atas pelanggaran yang terjadi.
Tahap 4
Pemilik Kendaraan melakukan konfirmasi via website atau datang langsung ke kantor Sub Direktorat Penegakan Hukum.
Sistem tilang elektronik atau ETLE secara resmi diluncurkan di DKI Jakarta pada 25 November 2018. Polda Metro Jaya bersama Pemprov DKI kemudian terus menambahkan titik-titip kamere ETLE. Pada 20 Maret 2021, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran kemudian meluncurkan 30 ETLE Mobile di Jakarta. ETLE Mobile cara kerjanya mirip dengan ETLE statis yang sudah terpasang di sejumlah ruas jalan di DKI Jakarta. Hanya saja, ETLE Mobile bisa berpindah-pindah lokasi.
Secara umum terdapat 5 tahap mekanisme atau cara kerja ETLE, yakni:
Tahap 1
Perangkat secara otomatis menangkap pelanggaran lalu lintas yang dimonitor dan mengirimkan media barang bukti pelanggaran ke Back Office ETLE di RTMC Polda Metro Jaya.
Tahap 2
Petugas mengidentifikasi data kendaraan menggunakan Electronic Registration dan Identifikasi (ERI) sebagai sumber data kendaraan.
Tahap 3
Petugas mengirimkan surat konfirmasi ke alamat publik kendaraan bermotor untuk permohonan konfirmasi atas pelanggaran yang terjadi.
Tahap 4
Pemilik Kendaraan melakukan konfirmasi via website atau datang langsung ke kantor Sub Direktorat Penegakan Hukum.
Lihat Juga :