Kasus COVID-19 di Jatim Tak Kunjung Turun, Ini Usulan Kapolda
Selasa, 07 Juli 2020 - 08:19 WIB
loading...
A
A
A
Empat poin tersebut antara lain, plan A dilakukan dengan menerapkan pendisiplinan protokol kesehatan penerapan new normal berdasarkan epidemiologi peningkatan kesadaran masyarakat. Plan B dengan meneruskan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Plan C, merumuskan pembatasan berbasis kelurahan atau kecamatan dalam radius 100 hingga 200 meter dari pusat konfirmasi warga yang positif COVID-19. Plan D, menerapkan kembali PSBB di kelurahan atau kecamatan selama 14 hari penuh. "Empat poin itu baru wacana dan belum diputuskan. Namun, segala sesuatunya kita harus persiapkan," ujar Fadil.
(Baca juga: Tak Terbendung, Kasus Positif COVID-19 di Blitar Jadi 38 Kasus )
Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan anev ini dilakukan sesuai perintah Presiden Joko Widodo yang meminta adanya penurunan kasus COVID-19 di Jatim dalam dua minggu. "Langkah ini juga untuk mencari solusi bagaimana penanganan COVID-19 yang tepat di Jatim, terutama di Surabaya Raya yang kasusnya paling tinggi," katanya.
Pada Senin (6/7/2020), pasien positif COVID-19 di Jatim bertambah 301 orang. Dari angka 13.997 kasus menjadi 14.298 kasus. Penambahan kasus baru terbanyak dari Surabaya sebanyak 59 kasus, Sidoarjo 45 kasus dan Gresik 29 kasus. Di Jatim, jumlah pasien COVID-19 yang sembuh sebanyak 5.111 orang dan yang meninggal dunia 1.089 orang.
Plan C, merumuskan pembatasan berbasis kelurahan atau kecamatan dalam radius 100 hingga 200 meter dari pusat konfirmasi warga yang positif COVID-19. Plan D, menerapkan kembali PSBB di kelurahan atau kecamatan selama 14 hari penuh. "Empat poin itu baru wacana dan belum diputuskan. Namun, segala sesuatunya kita harus persiapkan," ujar Fadil.
(Baca juga: Tak Terbendung, Kasus Positif COVID-19 di Blitar Jadi 38 Kasus )
Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan anev ini dilakukan sesuai perintah Presiden Joko Widodo yang meminta adanya penurunan kasus COVID-19 di Jatim dalam dua minggu. "Langkah ini juga untuk mencari solusi bagaimana penanganan COVID-19 yang tepat di Jatim, terutama di Surabaya Raya yang kasusnya paling tinggi," katanya.
Pada Senin (6/7/2020), pasien positif COVID-19 di Jatim bertambah 301 orang. Dari angka 13.997 kasus menjadi 14.298 kasus. Penambahan kasus baru terbanyak dari Surabaya sebanyak 59 kasus, Sidoarjo 45 kasus dan Gresik 29 kasus. Di Jatim, jumlah pasien COVID-19 yang sembuh sebanyak 5.111 orang dan yang meninggal dunia 1.089 orang.
(eyt)
Lihat Juga :