PT. Pupuk Kujang Apresiasi Penurunan Harga Gas Bumi

Senin, 06 Juli 2020 - 14:05 WIB
loading...
PT. Pupuk Kujang Apresiasi...
PT. Pupuk Kujang Apresiasi turunnya harga Gas Bumi menghadapi persaingan global. Foto: Humas PT Pupuk Kujang. Foto SINDOnews
A A A
KARAWANG - Keputusan pemerintah menurunkan harga gas disambut positif manajemen PT. Pupuk Kujang Cikampek. Dengan turunnya harga gas dipastikan akan meningkatkan daya saing perusahaan BUMN ini ditingkat global. Apalagi ditengah pandemi Covid -19, kebijakan pemerintah itu bisa meningkatkan optimisme menghadapi persaingan pasar internasional.

"Selaku produsen pupuk kita sangat apresiasi kebijakan pemerintah menurunkan harga gas. Dengan kebijakan ini dapat meningkatkan daya saing, kualitas produk pupuk, dan pelayanan terhadap petani." kata Direktur Teknologi dan Pengembangan PT. Pupuk Kujang, Hanggara Patrianta, Senin (6/7/20). (Baca: Tak Ada Penerbangan Internasional, Wisman ke Jabar Baru 30.800 )

Menurut Hanggara, penyesuaian harga gas bumi tersebut diatur dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Kepmen ESDM) No. 89K/10/MEM/2020 tanggal 13 April 2020 tentang Pengguna dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri.

Dengan kebijakan itu dia berharap sasaran program transformasi bisnis dalam mendukung ketahanan pangan nasional akan terwujud. "Ini juga menjadikan industri kimia dan pendukung pertanian berdaya saing tinggi dalam skala nasional." katanya.

Hanggara mengatakan, bahan baku utama produksi pupuk adalah gas bumi. Maka ketika terjadi penurunan harga gas bumi akan mampu meningkatkan efesiensi perusahaan. PT Pupuk Kujang mendapat sumber pasokan gas bumi dari Pertamina EP (Asset II) Sumatera Selatan dengan volume 25 BBTUD.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dukung Pameran MAX 2026,...
Dukung Pameran MAX 2026, Pupuk Indonesia Dorong Pengembangan Ekonomi Biru
HUT Petrokimia Gresik,...
HUT Petrokimia Gresik, Pika PI dan Pika PG Bagikan Sembako untuk Ojol Perempuan
Kunjungi Pusri di Palembang,...
Kunjungi Pusri di Palembang, Wamentan Dukung Revitalisasi Industri Pupuk
Pupuk Indonesia ke 202...
Pupuk Indonesia ke 202 Distibutor: Optimalkan Penyerapan Pupuk Bersubsidi
Pertama di NTT, Pupuk...
Pertama di NTT, Pupuk Indonesia dan Relawan Bakti BUMN Bentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang 1 KM
Wamentan Apresiasi Pupuk...
Wamentan Apresiasi Pupuk Indonesia atas Ketersediaan Pupuk Bersubsidi yang Meningkat Tajam
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
Operasikan Command Center,...
Operasikan Command Center, Pupuk Indonesia Perkuat Pengawasan Pupuk Subsidi
Perkuat Ketahanan Energi,...
Perkuat Ketahanan Energi, PLN EPI Teken 4 Perjanjian Jual Beli Gas dan LNG di IPA Convex 2026
Rekomendasi
Miris, Lagu Kebangsaan...
Miris, Lagu Kebangsaan Iran Dicemooh di Piala Dunia 2026
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Berita Terkini
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Gempa M6,7 di Palu Sulteng...
Gempa M6,7 di Palu Sulteng Akibat Aktivitas Sesar Sausu, bukan Palu-Koro yang Legendaris
Beri Layanan Kesehatan...
Beri Layanan Kesehatan Korban Banjir Aceh, USK Inisiasi Program Pengabdian Masyarakat
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
Sejumlah Bangunan Rusak...
Sejumlah Bangunan Rusak Akibat Gempa M 6,7 Palu
BMKG: 9 Gempa Susulan...
BMKG: 9 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M6,7 di Palu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved