Pusat Pemerintahan Jabar Diusulkan Pindah dari Gedung Sate ke Tegalluar, Kenapa?
Sabtu, 15 Oktober 2022 - 20:42 WIB
loading...
A
A
A
Selain Tegalluar, Kang Emil pun menyebut kawasan Walini di Kabupaten Bandung Barat dan Kertajati di Kabupaten Majalengka sebagai kawasan potensial untuk pusat pemerintahan.
"Jadi Ibu Kota Jabar tetap Bandung, tapi pusat pemerintahan kantornya bisa berkumpul di tiga kawasan potensial, yaitu Tegalluar karena pusat pertumbuhan, Walini, dan Kertajati," jelasnya.
Baca juga: Gendong Anak Bungsu di Gedung Sate, Ridwan Kamil: Alhamdulillah, Sehat!
Kang Emil menyebut, kawasan Tegalluar paling potensial menjadi lokasi pusat pemerintahan Jabar. Daerah yang menjadi titik akhir pemberhentian Kereta Cepat Jakarta-Bandung tersebut dinilai strategis karena menjadi simpul beberapa ruas jalan tol dan pusat ekonomi lainnya.
"Potensi Tegalluar bagus karena simpulnya di situ. Hendak ke Cisumdawu di situ, ke Jakarta, Tol Cigatas (Cileunyi-Garut-Tasikmalaya), kereta cepat juga di situ. Jadi kawasan ini sangat strategis. Dari situ ke Stadion GBLA juga tinggal menyeberang, ke Masjid Al Jabbar cuma lima menit," paparnya.
"Jadi Ibu Kota Jabar tetap Bandung, tapi pusat pemerintahan kantornya bisa berkumpul di tiga kawasan potensial, yaitu Tegalluar karena pusat pertumbuhan, Walini, dan Kertajati," jelasnya.
Baca juga: Gendong Anak Bungsu di Gedung Sate, Ridwan Kamil: Alhamdulillah, Sehat!
Kang Emil menyebut, kawasan Tegalluar paling potensial menjadi lokasi pusat pemerintahan Jabar. Daerah yang menjadi titik akhir pemberhentian Kereta Cepat Jakarta-Bandung tersebut dinilai strategis karena menjadi simpul beberapa ruas jalan tol dan pusat ekonomi lainnya.
"Potensi Tegalluar bagus karena simpulnya di situ. Hendak ke Cisumdawu di situ, ke Jakarta, Tol Cigatas (Cileunyi-Garut-Tasikmalaya), kereta cepat juga di situ. Jadi kawasan ini sangat strategis. Dari situ ke Stadion GBLA juga tinggal menyeberang, ke Masjid Al Jabbar cuma lima menit," paparnya.
Lihat Juga :