Kisah Cinta Terlarang Untung Surapati yang Menikahi Anak Komandan Militer VOC
Selasa, 11 Oktober 2022 - 05:05 WIB
loading...
A
A
A
Seiring berjalan waktu, Untung bertumbuh menjadi pemuda yang tegap, lembut dan pemberani. Tugas untuk melayani Suzanne yang juga tumbuh dewasa semakin intens. Kasta budak dan majikan seolah melebur. Suzanne mendapat sosok idola dalam diri Untung. Sebagai lelaki normal, Untung juga mencintai anak majikannya. Keduanya pun jatuh cinta. Bahkan hubungan keduanya sudah cukup dalam.
Aroma asmara keduanya tercium Tuan Moor. Ia sangat marah karena merasa kehormatannya sebagai perwira VOC diinjak-injak budaknya. Tuan Moor lalu menginstruksikan anak buahnya agar menangkap Untung. Setelah ditangkap, Untung dijebloskan ke penjara Stadhuis (gedung Museum Sejarah Jakarta saat ini).
Dikisahkan bahwa selama di penjara, Untung sering disiksa. Sejak ditahan dan disiksa, kebencian Untung terhadap tentara Belanda semakin kuat. Untung bertekad akan membalas segala perlakuan mereka terhadapnya. Baca juga: Untung Surapati, Sosok Budak yang Menggerakkan Teman Seperjuangannya Lawan Belanda
Selama ia ditahan, Suzanne ternyata tidak tinggal diam. Cintanya tetap membara. Atas pertolongan Suzanne yang dilakukan secara diam-diam, Untung berhasil lolos dari tahanan dan menjadi buronan tentara VOC. Selama menjadi bronan, Untung meluapkan kemarahannya dengan kerap membuat masalah di pinggiran Batavia. Sasarannya adalah aparat VOC.
Untung Surapati
Pada 1683, VOC menyerang Kesultanan Banten dan berhasil menangkap serta memenjarakan Sultan Ageng Tirtayasa di Batavia. Namun, putranya, Pangeran Purbaya, lolos dan lari ke Gunung Gede (dekat Bogor) untuk berlindung.
Dalam buku berjudul "Sejarah Jakarta dari Zaman Prasejarah sampai Batavia" karya Uka Tjandrasasmita disebutkan bahwa Pangeran Purbaya bersedia menyerahkan diri, tetapi hanya mau dijemput oleh perwira VOC dari kalangan pribumi.
Mendengar tawaran ini, petinggi VOC mengingat sosok Untung yang sedang menjadi buronan. Untung kemudian ditawari pekerjaan, yaitu menjemput Pangeran Purbaya. Tawaran itu diterima Untung. Untung kemudian dilatih oleh militer VOC dan diberi pangkat letnan dalam tempo yang relatif singkat.
Setelah semuanya beres, Untung menuju ke Gunung Gede untuk menjemput Pangeran Purbaya. Namun dalam perjalanan, serdadu-serdadu Belanda pimpinan Vaandrig Kuffeler memperlakukan Untung.Kuffeler tidak mengakui Untung sebagai perwira bahkan mengancam akan menjebloskannya ke penjara.
Aroma asmara keduanya tercium Tuan Moor. Ia sangat marah karena merasa kehormatannya sebagai perwira VOC diinjak-injak budaknya. Tuan Moor lalu menginstruksikan anak buahnya agar menangkap Untung. Setelah ditangkap, Untung dijebloskan ke penjara Stadhuis (gedung Museum Sejarah Jakarta saat ini).
Dikisahkan bahwa selama di penjara, Untung sering disiksa. Sejak ditahan dan disiksa, kebencian Untung terhadap tentara Belanda semakin kuat. Untung bertekad akan membalas segala perlakuan mereka terhadapnya. Baca juga: Untung Surapati, Sosok Budak yang Menggerakkan Teman Seperjuangannya Lawan Belanda
Selama ia ditahan, Suzanne ternyata tidak tinggal diam. Cintanya tetap membara. Atas pertolongan Suzanne yang dilakukan secara diam-diam, Untung berhasil lolos dari tahanan dan menjadi buronan tentara VOC. Selama menjadi bronan, Untung meluapkan kemarahannya dengan kerap membuat masalah di pinggiran Batavia. Sasarannya adalah aparat VOC.
Untung Surapati
Pada 1683, VOC menyerang Kesultanan Banten dan berhasil menangkap serta memenjarakan Sultan Ageng Tirtayasa di Batavia. Namun, putranya, Pangeran Purbaya, lolos dan lari ke Gunung Gede (dekat Bogor) untuk berlindung.
Dalam buku berjudul "Sejarah Jakarta dari Zaman Prasejarah sampai Batavia" karya Uka Tjandrasasmita disebutkan bahwa Pangeran Purbaya bersedia menyerahkan diri, tetapi hanya mau dijemput oleh perwira VOC dari kalangan pribumi.
Mendengar tawaran ini, petinggi VOC mengingat sosok Untung yang sedang menjadi buronan. Untung kemudian ditawari pekerjaan, yaitu menjemput Pangeran Purbaya. Tawaran itu diterima Untung. Untung kemudian dilatih oleh militer VOC dan diberi pangkat letnan dalam tempo yang relatif singkat.
Setelah semuanya beres, Untung menuju ke Gunung Gede untuk menjemput Pangeran Purbaya. Namun dalam perjalanan, serdadu-serdadu Belanda pimpinan Vaandrig Kuffeler memperlakukan Untung.Kuffeler tidak mengakui Untung sebagai perwira bahkan mengancam akan menjebloskannya ke penjara.
Lihat Juga :