Misteri Suara Perempuan Penjual Dawet Bikin Geger Usai Tragedi Kanjuruhan
Kamis, 06 Oktober 2022 - 12:03 WIB
loading...
A
A
A
Perempuan penjual dawet tersebut mengaku banyak Aremania yang dalam keadaan mabuk mengejar, dan menghajar seorang polisi yang berupaya menyelamatkan seorang anak kecil yang terjepit di pintu tiga. Bahkan, perempuan itu mengaku menyelamatkan polisi itu ke dalam tokonya.
"Nah si Pak Arif ini nolong (anak yang terjepit), tapi dipukuli kepalanya. Kenapa saya tahu? Karena saya selamatkan di toko saya, yang namanya Pak Arif ini. Polisi ini. Tak selamatkan. Malah saat itu dawetku iki, aku dodolan dawet, kate dikeprukne. Yo aku, 'lho, iki dawet mas, ojo, ojo, yo. Terus dideleh. Habis itu anak kecil ini sama Pak Arif ini diraupi, dicuci mukanya. (Aku jualan dawet, malah mau dipukul. Ya aku bilang ini dawet jangan, jangan, terus ditaruh, habis itu anak kecil ini sama Pak Arif dibasuh, dicuci mukanya)," jelasnya.
"Ndek tokoku, mas. Dadi terus masuk. Diuber karo bocah sing iki mau, koyok jaran kepang kalap ngono kae. Dia sembarang wong digepuki, diantemi. Terus tambah lagi, tambah lagi, karena mereka mabuk. Dan banyak yang konsumsi obat terlarang. Gitu, lho (di tokoku, jadi terus masuk, dikejar oleh anak yang tadi. Seperti kuda lumping, marah gitu, semua orang dipukuli, ditambah lagi, mereka mabuk. Dan banyak konsumsi obat terlarang)," demikian narasi yang disampaikan suara perempuan penjual dawet yang viral itu.
Baca juga: Tembok Lapas Sisa Bangunan Belanda Dirobohkan, 1 Pekerja Luka Parah Tertimpa Reruntuhan
Saat dilakukan penulusuran, di sepanjang pertokoan Stadion Kanjuruhan mayoritas didominasi oleh penjual makanan, kopi, suvenir Arema, hingga mebel. Beberapa pengakuan pedagang yang ada di sekitar, tidak mengetahui ada toko yang menjual dawet.
Husna seorang pedagang di sekitar stadion menyebut, tak tahu pasti lokasi penjual dawet yang mengaku berjualan di stadion. Menurutnya, mayoritas pedagang di Stadion Kanjuruhan berjualan kopi, makanan ringan, suvenir Arema. "Saya sendiri baru dengar waktu viral itu. Setahu saya tidak ada di sini. Mungkin penjual keliling," katanya, Kamis (6/10/2022).
"Nah si Pak Arif ini nolong (anak yang terjepit), tapi dipukuli kepalanya. Kenapa saya tahu? Karena saya selamatkan di toko saya, yang namanya Pak Arif ini. Polisi ini. Tak selamatkan. Malah saat itu dawetku iki, aku dodolan dawet, kate dikeprukne. Yo aku, 'lho, iki dawet mas, ojo, ojo, yo. Terus dideleh. Habis itu anak kecil ini sama Pak Arif ini diraupi, dicuci mukanya. (Aku jualan dawet, malah mau dipukul. Ya aku bilang ini dawet jangan, jangan, terus ditaruh, habis itu anak kecil ini sama Pak Arif dibasuh, dicuci mukanya)," jelasnya.
"Ndek tokoku, mas. Dadi terus masuk. Diuber karo bocah sing iki mau, koyok jaran kepang kalap ngono kae. Dia sembarang wong digepuki, diantemi. Terus tambah lagi, tambah lagi, karena mereka mabuk. Dan banyak yang konsumsi obat terlarang. Gitu, lho (di tokoku, jadi terus masuk, dikejar oleh anak yang tadi. Seperti kuda lumping, marah gitu, semua orang dipukuli, ditambah lagi, mereka mabuk. Dan banyak konsumsi obat terlarang)," demikian narasi yang disampaikan suara perempuan penjual dawet yang viral itu.
Baca juga: Tembok Lapas Sisa Bangunan Belanda Dirobohkan, 1 Pekerja Luka Parah Tertimpa Reruntuhan
Saat dilakukan penulusuran, di sepanjang pertokoan Stadion Kanjuruhan mayoritas didominasi oleh penjual makanan, kopi, suvenir Arema, hingga mebel. Beberapa pengakuan pedagang yang ada di sekitar, tidak mengetahui ada toko yang menjual dawet.
Husna seorang pedagang di sekitar stadion menyebut, tak tahu pasti lokasi penjual dawet yang mengaku berjualan di stadion. Menurutnya, mayoritas pedagang di Stadion Kanjuruhan berjualan kopi, makanan ringan, suvenir Arema. "Saya sendiri baru dengar waktu viral itu. Setahu saya tidak ada di sini. Mungkin penjual keliling," katanya, Kamis (6/10/2022).
Lihat Juga :