8 Tempat Lokalisasi dan Prostistusi yang Melegenda

Sabtu, 04 Juli 2020 - 11:43 WIB
loading...
A A A
Hal tersebut ia katakan dampak dari pandemi Corona terjadi sehingga puluhan tempat tutup dan hanya sebagian wanita penghibur yang masih mau menawarkan jasanya. Dari keterangannya kawasan tersebut sempat tutup 1 bulan lebih sejak awal virus corona mewabah.

Baik Pemprov Sumsel maupun Pemkot Palembang tidak menampik jika Lokalisasi Teratai Putih telah ditutup, namun masih ada detak kehidupan kampung baru.

Seperti Kepala Satpol PP Provinsi Sumsel Aris Saputra langsung mengatakan, karena itu sudah jadi perkampungan sehingga penanganan harus komprehensif.

"Ketika harus dibersihkan harus ada pembinaan. Kita lakukan razia bersama instansi lain, instansi lain lagi melakukan dari sisi sosial ekonomi dan sebagainya," ujarnya.

Banyak yang harus dilihat, untuk bangunan tentu dilihat dari IMB dan izin usaha dari pemerintah kota. "Kemudian terkait lahan, katanya milik Pemprov. Tapi kayanya sudah banyak yang punya sertifikat. Karena itu tidak bisa hanya Satpol PP baik kota maupun provinsi. Harus melibatkan banyak instansi," katanya.

Sementara Kadinsos Palembang Heri Aprian mengatakan, Kampung Baru kewenangan provinsi, sehingga jika ada razia atau semacamnya, Dinsos hanya diajak oleh provinsi. "Kewenangan provinsi," singkatnya.


7.Sintai

Lokalisasi Sintai mungkin tak asing bagi warga Batam. Ternyata bukan hanya warga Batam, lokalisasi ini juga termasuk salah satu lokalisasi terbesar di Indonesia. Mungkin belum banyak yang tahu bahwa lokalisasi ini awalnya adalah tempat rehabilitasi. Di lokasi ini terpampang papan nama yang bertuliskan Pusat Rehabilitasi Sosial non Panti (PRSNP) Tanjung Pandan.
8 Tempat Lokalisasi dan Prostistusi yang Melegenda

Sayangnya, saat sampai di lokasi, Sabtu siang (4/7/2020) tempat ini belum buka dan terlihat sepi. Hanya beberapa orang yang terlihat berada di lokasi tersebut.

"Kalau mau lihat suasana disini nanti malam saja pak, karena bukanya mulai jam 6 sore (18.00 WIB) sampai pagi (dinihari)," ujar Monang salah seorang warga sekitar yang kebetulan membuka usaha tambal ban di sekitar lokasi tersebut, Sabtu (4/7/2020).

Menurutnya, lokalisasi ini sudah lama berdiri dari sejak tahun 2000 an. Bahkan lebih dulu ada dari dirinya yang pertama kali merantau ke Batam sekitar tahun 2006.

"Saya datang ke Batam pertengahan tahun 2006, dan ini sudah ada waktu Saya kesini," ujarnya.

Menurut yang dia dengar dari warga sekitar yang datang lebih dahulu darinya, lokasi ini dulunya sengaja dibuat untuk mengumpulkan para Pekerja Seks Komersial (PSK) yang tersebar di beberapa kawasan di Batam.

"Para pekerja seks di Batam katanya dulu itu dikumpulkan disini semua untuk dibina," ujarnya.

Namun, seiring berjalannya waktu lokasi ini justru menjadi tempat lokalisasi terbesar di Batam bahkan salah satu yang terbesar di Indonesia.

"Itulah mereka awalnya diajarkan beberapa keterampilan untuk kembali ke jalan yang benar, tapi tidak sesuai rencana malah jadi seperti ini," tutupnya.

Pusat Rehabilitasi Sosial non Panti (PRSNP) Tanjung Pandan ini didirikan berdasarkan Perda Kota Batam Nomor 6 tahun 2002 tentang Ketertiban Sosial Pasal 8 ayat 2 poin a harus ada pengawasan ketat dari Pemko Batam agar jumlah PSK tak bertambah.

Pada poin c juga disebutkan, setelah berangsur-angsur dibina, PRSNP akan ditutup dalam waktu tiga tahun setelah Perda tersebut terbit. Namun semuanya hanya wacana, tempat ini justru menjadi sangat populer saat ini bahkan tempat ini berdiri sudah belasan tahun.

8. Pucuk
Lokalisasi Payo Sigadung atau Pucuk yang berada di Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo sudah ada sejak era 1970-an. Lokalisasi itu disebut Pucuk karena letaknya lumayan jauh dari tengah kota.
8 Tempat Lokalisasi dan Prostistusi yang Melegenda

Adalah Syarif Fasha, Wali Kota Jambi yang mengukir sejarah, karena mampu menutup lokalisasi yang konon dibekingi juga oleh oknum-oknum aparat pada awal 2015.

Menurut Wali Kota Jambi periode 2014-2019 itu, saat dirinya baru menjabat delapan bulan, ia melihat ada Perda Prostitusi yang sudah dua tahun terbengkalai.

Langkah awal yang dilakukan lanjut Fasha, berkoordinasi dengan unsur Muspida, seperti Polresta dan Korem. Sebab berhembus kabar jika lokalisasi diduga dibekingi oknum aparat.

Sebelum melakukan eksekusi penutupan, Fasha menyebutkan terlebih dahulu dirinya memasang spanduk propaganda guna menyerang pikiran para penghuni lokalisasi Payo Sigadung. Tidak hanya itu, Fasha juga melibatkan sang istri untuk ikut mensosialisasikan Perda Prostitusi.
(sms)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lapas Cipinang Dukung...
Lapas Cipinang Dukung Pengungkapan Kasus Prostitusi Dikendalikan Napi
Ketua Hanura Jateng...
Ketua Hanura Jateng Diperiksa Polisi terkait Kasus Striptis di Mansion Karaoke Semarang
Geger! Karaoke di Semarang...
Geger! Karaoke di Semarang Digerebek, Diduga Sediakan Striptis dan Prostitusi!
Geram dengan Praktik...
Geram dengan Praktik Prostitusi, Warga Muarojambi Bakar Warung Remang-Remang di Jalan Lintas KM 57
Polda Jateng Bongkar...
Polda Jateng Bongkar Prostitusi Berkedok Karaoke di Gunung Kemukus
Polisi Bongkar Praktik...
Polisi Bongkar Praktik Prostitusi Internasional di Bali Dikendalikan Warga Rusia
Suami Bejat, Terbukti...
Suami Bejat, Terbukti Bantu 120 Pria Beli Layanan Seks Istrinya
Keponakan Prabowo Ungkap...
Keponakan Prabowo Ungkap Prostitusi di IKN untuk Layani Tukang hingga ASN
Paradoks Pembangunan...
Paradoks Pembangunan IKN dan Luka Sosial 'Prostitusi'
Rekomendasi
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
Bantah Nikmati Uang...
Bantah Nikmati Uang Jemaah Hanania, Keanu AGL Serahkan Rekening Koran ke Polisi
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
Berita Terkini
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved