COVID-19 di Jayapura Meningkat, Ahli Epidemiologi Uncen Berikan Rekomendasi ke Pemda
Jum'at, 03 Juli 2020 - 23:40 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu faktor meningkatnya kasus Covid-19 tersebut, salahsatunya adalah akibat masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.
Satuan Gugus Tugas pengendalian dan pencegahan Covid-19, Provinsi Papua meliris, hingga Kamis (2/7/2020), telah terjadi penambahan angka pasien positif yakni sebanyak 56 kasus baru. Sebanyak 732 pasien masih dalam perawatan, pasien sembuh mencapai 308 orang dan pasien meninggal mencapai 11 orang.
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Papua mengkhawatirkan akan terjadi Kejadian luar biasa atas penyebaran wabah COVID-19 di ibu Kota Provinsi Papua, jika tidak terkendali. Hal itu karena jumlah pasien yang terus meningkat dan jumlah tenaga kesehatan yang sedikit jumlahnya. (BACA JUGA: Air Sungai Bone Mulai Masuk Kota, Pemkot Siapkan Tempat Pengungsian Warga)
Ketua IDI Provinsi Papua Donald Aronggear mengatakan, peran warga untuk melindungi tenaga kesehatan sangat diperlukan. Hal ini diperlukan agar pelayanan kesehatan bagi warga yang terjangkit COVID-19 maupun penyakit lainnya tidak terganggu.
Hingga saat ini, gugus tugas pengendalian dan pencegahan COVID-19, Provinsi Papua mencatat, jumlah akumulasi kasus COVID-19 di Papua telah mencapai 1.886 orang, dengan rincian 980 orang dalam perawatan, 888 orang sembuh, dan 18 orang meninggal. Sementara, jumlah pasien dalam pengawasan sebanyak 259 orang dan orang dalam pemantauan sebanyak 2.913.
Satuan Gugus Tugas pengendalian dan pencegahan Covid-19, Provinsi Papua meliris, hingga Kamis (2/7/2020), telah terjadi penambahan angka pasien positif yakni sebanyak 56 kasus baru. Sebanyak 732 pasien masih dalam perawatan, pasien sembuh mencapai 308 orang dan pasien meninggal mencapai 11 orang.
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Papua mengkhawatirkan akan terjadi Kejadian luar biasa atas penyebaran wabah COVID-19 di ibu Kota Provinsi Papua, jika tidak terkendali. Hal itu karena jumlah pasien yang terus meningkat dan jumlah tenaga kesehatan yang sedikit jumlahnya. (BACA JUGA: Air Sungai Bone Mulai Masuk Kota, Pemkot Siapkan Tempat Pengungsian Warga)
Ketua IDI Provinsi Papua Donald Aronggear mengatakan, peran warga untuk melindungi tenaga kesehatan sangat diperlukan. Hal ini diperlukan agar pelayanan kesehatan bagi warga yang terjangkit COVID-19 maupun penyakit lainnya tidak terganggu.
Hingga saat ini, gugus tugas pengendalian dan pencegahan COVID-19, Provinsi Papua mencatat, jumlah akumulasi kasus COVID-19 di Papua telah mencapai 1.886 orang, dengan rincian 980 orang dalam perawatan, 888 orang sembuh, dan 18 orang meninggal. Sementara, jumlah pasien dalam pengawasan sebanyak 259 orang dan orang dalam pemantauan sebanyak 2.913.
(vit)
Lihat Juga :