Sadis! Siswa SMP Dibully di Sumedang, Disiksa hingga Hampir Digilas Motor

Jum'at, 30 September 2022 - 04:05 WIB
loading...
Sadis! Siswa SMP Dibully...
Tangkapan layar video viral pelajar SMP disiksa teman-teman sebayanya hingga hampir digilas motor. Diketahui, aksi bullying itu terjadi di Kabupaten Sumedang, Jabar. Foto: Tangkapan Layar
A A A
SUMEDANG - Belum hilang dari ingatan kasus perundungan atau bullying yang menimpa anak berkebutuhan khusus (ABK) di Kabupaten Cirebon , Jawa Barat. Kini, kasus bullying kembali terjadi di Jabar dan viral di media sosial (medsos).

Dalam video yang beredar di berbagai aplikasi medsos, tampak seorang remaja yang masih berseragam sekolah disiksa beramai-ramai oleh remaja sebayanya yang juga masih menggunakan seragam sekolah.

Remaja malang itu terus-terusan mendapatkan kekerasan fisik, mulai dipukul, ditendang dan diinjak-injak kepalanya hingga tak berdaya. Dalam video juga terdengar sumpah serapah para pelaku menggunakan bahasa Sunda kasar kepada korban.

Baca juga: Viral Siswa Disabilitas di Cirebon Jadi Korban Bully, Ridwan Kamil Bereaksi Keras

Korban sendiri berkali-kali sempat meminta ampun kepada para pelaku sambil melindungi kepalanya dengan tangan dari tindakan pelaku yang terus menginjak-nginjak kepala korban. Namun, bukannya berhenti menganiaya, para pelaku malah terus-terusan menyiksa korban.



"Jor, sok sia a*j*n*, sok rek bebeja ka saha sia a*j*n*. Sok sia hayang digeleng ku motor, sok," ujar salah seorang pelaku sambil terus menginjak-nginjak kepala korban.

"Ampun a, ampun a," ujar korban yang terus dihujani tendangan di kepalanya dalam video yang beredar.

Lebih parahnya lagi, para pelaku juga hampir menggilas korban yang terduduk tak berdaya dengan sepeda motor. Dalam video terlihat, seorang pelaku lainnya menghidupkan motor dan mengarahkan motornya ke arah korban yang masih terduduk sambil terus mengumpat korban.

Baca juga: Terungkap! 4 Pelaku Menginjak dan Menendang Siswa SLB serta Divideo, Korban Trauma Berat

Dalam aksi bullying yang dilakukan di lahan kosong yang banyak ditumbuhi pohon bambu itu, usai diinjak-injak, korban kembali dipukul hingga tersungkur. Korban yang kembali berdiri usai tersungkur sempat meminta pelaku untuk tidak main keroyokan.

"Sorangan-sorangan atuh sia a*j*n*," ujar korban membalas perlakuan kasar para pelaku.

Permintaan tersebut dibalas salah seorang pelaku dengan kembali menghajar dan menendang korban berulang kali. Puas menyiksa korban, para pelaku meninggalkan korban seorang diri sambil tertawa cengengesan.

"Sok sia a*j*n*, rek bapa sia rek indung sia kadieu sia," ujar pelaku lain yang menggunakan sweater hitam dan tampak masih emosi kepada korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus bullying tersebut terjadi di wilayah Kabupaten Sumedang, Jabar, tepatnya di Kecamatan Sukasari.

Kemudian, dari seragam sekolah yang mereka kenakan, korban dan para pelaku bullying masih berstatus pelajar SMP. Diperoleh informasi pula jika korban dan para pelaku merupakan siswa salah satu SMP Negeri di Kabupaten Sumedang.

Baca juga: Marak Kasus Bullying di Jabar, Ridwan Kamil Bentuk Satgas Anti Perundungan

Warganet pun langsung mengecam tindakan keji para pelaku kepada korban dan menuntut para pelaku dihukum dan dikeluarkan dari sekolahnya. Mereka menilai, tindakan keji para pelaku tidak dapat dibenarkan dan sangat mencoreng dunia pendidikan.

Sebelumnya, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menggagas pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Anti Perundungan Jabar Quick Respons (JQR) menyikapi maraknya aksi bullying di Jabar.

Koordinator Satgas Anti Perundungan JQR, Rini Marlina mengungkapkan, kasus-kasus perundungan yang terjadi di Jabar mendapatkan atensi khusus dari Ridwan Kamil, termasuk pembentukan satgas khusus JQR untuk menangani kejadian perundungan.

"Program ini langsung atensi dari bapak Gubernur Ridwan Kamil. Tugasnya melaksanakan advokasi, edukasi dan konseling. Ke depannya, kami juga bersama Disdik (Dinas Pendidikan) Jabar akan melakukan sosialisasi kepada sekolah-sekolah yang juga akan turut melibatkan guru-guru BP (Bimbingan Penyuluhan) se-Jawa Barat," ungkap Rini, Rabu (28/9/2022).

Rini berharap, kejadian perundungan yang marak terjadi di Jabar tidak terulang kembali dan menjadi perhatian khusus untuk para guru dan orang tua. Menurut Rini, sampai saat ini, JQR terus mendapatkan laporan perihal perundungan dari masyarakat.

"Sejak 2019 JQR telah merespons aduan yang berkaitan dengan kasus perundungan. Dengan banyaknya aduan yang masuk, maka akan kita respon dengan sangat serius," katanya.
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polisi Harus Usut Mendalam...
Polisi Harus Usut Mendalam Korban Perundungan dan Tersengat Listrik di Jakpus
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Kasus Bocah 6 Tahun...
Kasus Bocah 6 Tahun Dibully dan Disetrum ke Tiang Listrik hingga Koma, Cuma 1 Pelaku Ditahan Polisi
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
Gus Miftah Soroti Bullying...
Gus Miftah Soroti Bullying hingga Judi Online, Pesantren Diminta Jadi Ruang Aman Santri
Sahroni Desak Semua...
Sahroni Desak Semua Pengurus Daycare Yogyakarta yang Terlibat dalam Dugaan Penganiayaan Anak Dipidana
Kemendikdasmen Gandeng...
Kemendikdasmen Gandeng Australia Ciptakan Sekolah Aman dan Nyaman
9 WNI Relawan Global...
9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla Dipukul hingga Disetrum Israel, DPR: Melewati Batas Kepantasan dan Kemanusiaan
Sekolah Yehonala Peringati...
Sekolah Yehonala Peringati Hari Anti Bullying Sedunia 2026 dengan Edukasi dan Komitmen Bersama
Rekomendasi
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan 5,46 Juta Penumpang Libur Sekolah, InJourney Airports Hadirkan Fasilitas Ramah Keluarga
Di Seskoau, Sjafrie:...
Di Seskoau, Sjafrie: Kepemimpinan Adaptif Penting Hadapi Tantangan Pertahanan Masa Depan
Jangan Lewatkan! Kejar...
Jangan Lewatkan! Kejar Promo Rumah, Kendaraan, & Liburan di BRI Consumer Expo 2026 Makassar
Berita Terkini
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
Dihadiri Ribuan Peserta,...
Dihadiri Ribuan Peserta, Menteri UMKM Buka Musawarah Fest HIPMI Jakarta Selatan
Sinergi Adev Natural...
Sinergi Adev Natural Indonesia dan Pangdam Siliwangi Ajak Masyarakat Teladani Semangat Hijriah
Tambang Emas Tanpa Izin...
Tambang Emas Tanpa Izin Ancam Lumbung Pangan di Parimo, Muhammad Irfain Desak Pemda Tindak Tegas
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved