Miris! Rumah Warga Surabaya Banyak yang Belum Teraliri Air Bersih PDAM

Kamis, 29 September 2022 - 07:53 WIB
loading...
A A A
Dalam kesempatan itu, Eri Cahyadi juga kembali meminta Direksi PDAM untuk mengkaji ulang terkait tarif air bersih. Sebab, ia menginginkan agar tarif PDAM dapat dibedakan antara klaster perumahan menengah ke atas dengan perkampungan. "Tarif masih kita hitung. Karena saya berharapnya, tidak ada lagi warga miskin mensubsidi warga kaya. Tapi dijaga betul," katanya.

Dengan demikian, maka warga yang benar-benar mampu tetap membayar PDAM. Sedangkan warga yang tidak mampu, dapat disubsidi oleh pemerintah. Karena baginya, pemerintah harus hadir untuk warganya. "Ini yang harus diubah cara kerjanya. Saya berharapnya di 2023 sudah berjalan semuanya," ujarnya.

Baca juga: 3 Rumah Ludes Terbakar, Warga Permukiman Padat di Makassar Panik

Di sisi lain, Eri juga meminta PDAM supaya melakukan kajian soal tarif air bersih bagi warga miskin. Misalnya, ia mencontohkan, untuk pelanggan dari kalangan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan kebutuhan air di bawah 10 ribu liter, mereka dapat diberi skema subsidi.

"Kalau air itu untuk kepentingan pribadi, kepentingan keluarga, 10 ribu liter itu bisa untuk lima orang yang (tinggal) di luasan rumah 70 meter persegi. Ini lagi dikaji, saya berharap kalau itu (perhitungan) bisa gratis, ya gratiskan," katanya.
(eyt)
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1967 seconds (11.252#12.26)