Gasak Rp50 Juta, Rampok Sumpal Mulut dan Ikat Rohayah hingga Tewas

Jum'at, 23 September 2022 - 21:34 WIB
loading...
Gasak Rp50 Juta, Rampok Sumpal Mulut dan Ikat Rohayah hingga Tewas
Rumah tempat Dede Rohayah ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi tangan dan kaki terikat lakban serta mulut tersumpal kain. Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa
A A A
BANDUNG - Dede Rohayah, korban dugaan perampokan dan pembunuhan diduga tewas setelah kehabisan napas di rumahnya di Kebonlega, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung, Rabu (22/9/2022).

Dugaan tersebut mengacu pada hasil pemeriksaan sementara jasad Rohayah seusai ditemukan tewas dengan kondisi tangan dan kaki terikat lakban dan mulut tersumpal kain di lantai dua rumahnya yang juga dijadikan warung kelontong.

Baca juga: Geger! Rohayah Tewas dengan Tangan dan Kaki Terikat Lakban, Mulut Disumpal Kain

Kapolsek Bojong Loa Kidul, Kompol Ari Purwantoro mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap dugaan perampokan dan pembunuhan terhadap wanita berusia 62 tahun tersebut.

"Kita sudah periksa, beberapa orang saksi. Mereka (saksi) kooperatif," kata Kompol Ari, Jumat (23/9/2022).

Terkait hasil autopsi yang dilakukan sebelum jenazah dimakamkan, Kompol Ari menjelaskan bahwa hingga saat ini, hasil autopsi belum keluar. Meski begitu, kata Kompol Ari, kuat dugaan korban tewas akibat kehabisan napas.

"Iya kan soalnya dibekap, tapi kita tetap nunggu hasil autopsi," katanya.

Baca juga: Menyayat Hati! Tak Mampu Sewa Ambulans, Jenazah Dibawa Pakai Pikap dan Dipayungi

Disinggung soal kemungkinan pelakunya, Kompol Ari menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan penyelidikan untuk membongkar kasus tersebut sekaligus mengungkap pelakunya.

"Mohon waktunya," katanya.

Diketahui, Dede Rohayah ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan. Kaki dan tangannya terlilit lakban serta mulutnya disumpal kain.

Eli yang juga menantu korban dan tinggal tak jauh dari rumah korban mengungkapkan bahwa korban tinggal seorang diri di rumahnya. Sebelum ditemukan tewas, kata Eli, kondisi rumah dalam kondisi tidak terkunci dan berantakan.

Eli sendiri sempat memanggil korban kala mendapati rumah korban tak terkunci dan berantakan. Namun, korban tidak menyahut. Eli yang curiga pun akhirnya meminta bantuan tetangga untuk mengecek rumah korban hingga akhirnya menemukan korban tewas di lantai dua.

"Pas saya buka, pintu tidak terkunci dan di dalam sudah acak-acakan. Itu korban posisinya di atas. Tangan dan kakinya terikat lakban dan mulut disumpal kain," ungkap Eli, Kamis (22/9/2022).

Selain mendapati korban tewas dengan kondisi mengenaskan, Eli pun mengatakan bahwa ada sejumlah uang dan perhiasan milik korban yang hilang. Uang yang hilang nilainya sekitar Rp50 juta yang disimpan korban dalam kaleng.



Meski berantakan, Eli meyakinkan bahwa kondisi rumah korban baik-baik saja. Menurutnya, tidak ditemukan sedikit pun kerusakan, seperti bekas congkelan di pintu atau jendela.

"Ini pertama (peristiwa dugaan perampokan dan pembunuhan) di gang ini mah. Sebelumnya belum pernah," kata Eli seraya mengatakan bahwa korban sudah dimakamkan di Cibaduyut, Kota Bandung.
(shf)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1459 seconds (10.55#12.26)