Gerayangi 1 Siswi dan 2 Siswa SD, Buruh Bangunan di Banyumas Ditangkap

Senin, 19 September 2022 - 18:41 WIB
loading...
Gerayangi 1 Siswi dan 2 Siswa SD, Buruh Bangunan di Banyumas Ditangkap
Tersangka WAR (kanan) diperiksa penyidik di Polresta Banyumas usai dilaporkan mencabuli dua siswa dan seorang siswi SD. Foto/iNews TV/Saladin Ayyubi
A A A
BANYUMAS - Seorang siswi dan dua siswa SD di Banyumas, Jawa Tengah menjadi korban pencabulan buruhbangunan berinisial WAR (59). Pelaku yang tinggal di Kecamatan Kedungbanteng tega menggerayangi organ vital para korban.

Tersangka WAR merupakan seorang pekerja bangunan yang sedang bekerja di SD tempat di mana para korban bersekolah.

Baca juga: Sendirian di Kos, Siswi SD di Denpasar Jadi Korban Pencabulan Pria Kenalan di Facebook

Ketiga korban yakni siswa berinisial GLNG (10), ADL (10) dan siswi AZL (10) yang merupakan siswa salah satu SD di Purwokerto, Banyumas.

Menurut keterangan korban, awalnya pada Selasa (13/9/2022) sekitar pukul 10.00 WIB saat jam istirahat korban ADL sedang berdiri di depan kelas. Tiba-tiba melintas pelaku WAR yang saat itu sedang memanggul pasir.

"Selanjutnya setelah berada persis di depan ADL, WAR dengan menggunakan tangan kanan memegang sambil berjalan (mencolek) alat kelamin dan pantat korban sehingga korban sempat kaget dan terdiam," ujar Kasat Reskrim Polresta Banyumas, Kompol Agus Supriyadi Siswanto, Senin (19/9/2022).

Peristiwa ini terbongkar setelah salah satu korban mengadu kepada guru mereka bahwa saat istirahat alat kelaminnya dipegang oleh pelaku.

Baca juga: Terjerat Pencabulan dan Pengeroyokan, 6 Anak-anak Dijebloskan ke Sel Tahanan Khusus

Disusul pengakuan korban lainnya yang mengatakan bahwa bagian vitalnya juga dipegang oleh pelaku. Mendengar pengakuan siswanya, pihak sekolah melaporkannya ke Polresta Banyumas.



Saat diamankan dan dilakukan interogasi awal, pelaku mengakui perbuatannya. Kemudian pelaku diamankan ke Mapolresta bersama barang sejumlah barang bukti.

"Saat ini pelaku WAR kami amankan guna proses hukum lebih lanjut," imbuhnya.

Pelaku dijerat dengan Pasal 82 UU Nomor 17 Tahun 2016 dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar.
(shf)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2253 seconds (11.252#12.26)