Pangandaran Jadi Sasaran Gerakan Hejo, Ciptakan Icon Wisata Andalan
Kamis, 02 Juli 2020 - 22:13 WIB
loading...
A
A
A
Eka Santosa juga menyebutkan, Bupati Jeje Wiradinata sudah menyelesaikan pembangunan inprastruktur yang dinilai vital dan tinggal melakukan pemeliharaan saja. "Pesan kami kepada Pak Bupati Jeje Wiradinata, mari kita lestarikan alam dan lingkungan, caranya adalah melalui pendekatan kebudayaan," ajak Eka Santosa.
Diterangkan Eka Santosa, gerakan hejo selain ditargetkan terealisasi di Kabupaten Pangandaran juga sudah berjalan dibeberapa Kabupaten/Kota di Jawa Barat. "Gerakan hejo yang sudah berjalan di antaranya di Bandung Raya, Indramayu dan sekarang sedang dirintis di Tasikmalaya," paparnya.
Diakui Eka Santosa, berdasarkan data, kondisi alam dan lingkungan di Jawa Barat saat ini sudah dalam kondisi darurat, bahkan sekitar 650 hektare lahan kritis dan 50 persen sungai mengalami kerusakan. Lebih parah lagi, sungai yang berada di kota 90 persen tidak berfungsi sebagai sumber kehidupan dan potensi membahayakan.
"Kami punya hasil kajian yang ilmiah dan akademis terkait kondisi alam di Jawa Barat," tutur Eka Santosa. Lebih memprihatinkan lagi tambah Eka Santosa, kondisi sampah yang tidak terkendali dengan status pencemaran yang luar biasa.
Rata-rata pola angkutan sampah dari rumah ke TPS lalu ke TPA harus menempuh jarak hingga puluhan kilometer. Banyak TPA di Jawa Barat yang tidak memiliki sistem pengelolaan yang cepat sehingga terjadi penumpukan hingga bakteri berceceran dimana-mana.
Diterangkan Eka Santosa, gerakan hejo selain ditargetkan terealisasi di Kabupaten Pangandaran juga sudah berjalan dibeberapa Kabupaten/Kota di Jawa Barat. "Gerakan hejo yang sudah berjalan di antaranya di Bandung Raya, Indramayu dan sekarang sedang dirintis di Tasikmalaya," paparnya.
Diakui Eka Santosa, berdasarkan data, kondisi alam dan lingkungan di Jawa Barat saat ini sudah dalam kondisi darurat, bahkan sekitar 650 hektare lahan kritis dan 50 persen sungai mengalami kerusakan. Lebih parah lagi, sungai yang berada di kota 90 persen tidak berfungsi sebagai sumber kehidupan dan potensi membahayakan.
"Kami punya hasil kajian yang ilmiah dan akademis terkait kondisi alam di Jawa Barat," tutur Eka Santosa. Lebih memprihatinkan lagi tambah Eka Santosa, kondisi sampah yang tidak terkendali dengan status pencemaran yang luar biasa.
Rata-rata pola angkutan sampah dari rumah ke TPS lalu ke TPA harus menempuh jarak hingga puluhan kilometer. Banyak TPA di Jawa Barat yang tidak memiliki sistem pengelolaan yang cepat sehingga terjadi penumpukan hingga bakteri berceceran dimana-mana.
Lihat Juga :