BPBD Catat Bencana Longsor Terjadi di 3 Kecamatan Dipicu Cuaca Ekstrem

Rabu, 14 September 2022 - 12:39 WIB
loading...
BPBD Catat Bencana Longsor Terjadi di 3 Kecamatan Dipicu Cuaca Ekstrem
Kondisi cuaca ekstrem dimana hujan hampir turun setiap hari harus diwaspadai oleh masyarakat akan ancaman bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu dan mengancam keselamatan materi ataupun jiwa. Foto/Dok.MPI
A A A
BANDUNG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat ada tiga kejadian bencana longsor yang terjadi pada awal pekan ini.

Bencana longsor itu dipicu hujan dengan intensitas tinggi sehingga mengakibatkan sedikitnya 4 rumah rusak dan satu tembok penahan tanah (TPT) ambrol. Titik bencananya tersebar di Kecamatan Lembang, Ngamprah, dan Cipatat. Baca juga: Ini Penyebab Kota Bogor Kerap Dilanda Banjir Lintasan



"Hasil pendataan kami mencatat ada tiga titik kejadian longsor yang diakibatkan hujan deras dan turun hampir setiap hari," kata Kepala BPBD KBB, Duddy Prabowo, Rabu (14/9/2022).

Kejadian bencana pertama terjadi di Kampung Cibangkonol RT 01/04, Desa Kertamukti, Kecamatan Cipatat. Akibat peristiwa itu tebing jalan sepanjang 8 meter dan tinggi 3 meter ambrol, sehingga jalan gang antar kampung tidak bisa dilewati kendaraan.

Lokasi kedua terjadi di Kampung Sukamekar RT 03/10, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang. Longsor merusak tiga rumah milik warga. Bangunan tersebut berdiri di atas tanah yang labil sehingga ketika hujan deras tiba rumah ini langsung terdampak longsor.

"Dinding rumah warga sepanjang 10 meter tinggi 3 meter serta lebar 4 meter ambruk, sehingga mengancam rumah," sebutnya. Baca juga: 15 Rumah Rusak Diterjang Longsor di KBB, Jalan Kampung Terputus

Sedangkan lokasi bencana terakhir berada di Perumahan The Awani Residence, Desa Cimareme, Kecamatan Ngamprah. Tembok Penahan Tanah (TPT) ambruk lantaran air Sungai Cihaur meluap. Akibat kejadian tersebut jalan lingkungan sepanjang 10 meter amblas.

Pihak pengembang sudah menurunkan alat berat berupa excavator untuk memperbaiki jalan amblas dan normalisasi sungai. Sehingga saat ini kondisinya sudah kembali normal dan tidak sampai mengganggu aktivitas masyarakat.

"Kondisi cuaca ekstrem harus diwaspadai terhadap potensi bencana yang bisa datang sewaktu-waktu dan dapat mengancam keselamatan jiwa," pungkasnya.
(don)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2468 seconds (11.97#12.26)