Ular Piton 5 Meter Gegerkan Warga Mamuju Tengah

Minggu, 11 September 2022 - 23:47 WIB
loading...
Ular Piton 5 Meter Gegerkan Warga Mamuju Tengah
Petugas Damkar Mamuju Tengah berhasil menangkap ular pitor sepanjang 5 meter yang sempat menggegerkan warga setempat. Foto: iNewsTV/Wahid
A A A
MAMUJU TENGAH - Ular piton sepanjang 5 meter menggegerkan warga di Mamuju Tengah , Sulawei Barat (Sulbar). Diduga penampakan hewan itu kerap memangsa hewan ternak warga.

Pemadam Kebakaran (damkar) Mamuju Tengah (Mateng) yang mendapatkan laporan warga dengan ke munculan ular tersebut langsung menurunkan tim untuk mengevakuasi ular tersebut.

Diduga akibat, berkurangnya stok makanan di alam liar membuat ular piton sepanjang 5 meter masuk ke pemukiman warga di Kabupaten Mamuju Tengah.

Baca juga: Oknum Humas Pemprov NTT Usir Wartawan saat Liputan, Nyaris Adu Jotos

Koordinator Damkar Mateng, Arman Arsyad mengaku bahwa awal mulanya seorang warga memberi informasi kepada petugas damkar bahwa di kandang ayam miliknya ada seekor ular piton yang sudah memangsa hewan ternaknya.



“Berdasarkan informasi itu kami bersama personil damkar lainnya langsung menuju lokasi penemuan,” katanya.

Tidak butuh waktu lama, dengan sangat hati-hati petugas Damkar yang hanya menggunakan peralatan seadanya. Bahkan saat proses penangkapan berlangsung terlihat beberapa kali ular piton tersebut menyerang petugas.

Baca juga: Nias Selatan Geger, Wanita Ditemukan Tewas di Kebun Karet

Arman pun menghimbau warga terutama anak-anak agar lebih berhati-hati saat beraktiviitas di luar rumah. “Mengingat daerah Mamuju Tengah yang marak akan binatang buas diminta warga berhati-hati, salah satunya ular yang sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan warga,” ujarnya.

Dengan curah hujan tinggi di wilayah Mamuju Tengah beberapa hari terakhir ini, juga menjadi salah satu penyebab kemunculan ular yang memangsa ternak warga.

Selain itu, tim Damkar juga berharap agar kiranya pemerintah daerah menyediakan penangkaran ular dan juga fasilitas peralatan saat melakukan penangkapan sebagai bentuk antisipasi keselamatan tim saat akan bertugas di lapangan, demi memudahkan evakuasi binatang buas seperti ini.
(nic)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1451 seconds (11.210#12.26)