Kemenparekraf dan BPOLBF Perkuat Rantai Pasok Industri Parekraf dengan Konten Lokal
Sabtu, 10 September 2022 - 01:01 WIB
loading...
Dirut BPOLBF, Shana Fatina pada Temu Bisnis Penguatan Rantai Pasok di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo di Gua Batu Cermin, Labuan Bajo, Jumat (9/9/2022).
A
A
A
LABUAN BAJO - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Kemenparekraf ) melalui Deputi Bidang Industri dan Investasi kembali mengadakan Temu Bisnis Penguatan Rantai Pasok di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo.
Kegiatan serupa pernah dilakukan di Mandalika dan Borobudur. Temu bisnis ini diadakan untuk memperkuat konten lokal dalam rantai pasok industri parekraf sehingga berbagai produk ekraf yang tersebar di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) dipastikan adalah produk lokal.
Bertempat di kawasan Batu Cermin, salah satu destinasi wisata di Kota Labuan Bajo, kegiatan ini dihadiri 70 peserta dari 40 UMKM atau supplier. Mereka berasal dari pelaku ekonomi kreatif di berbagai bidang, seperti kriya, kuliner, event, dan jasa dan 30 demand yang terdiri dari berbagai industri seperti hotel, restoran, pusat oleh-oleh, dan pengusaha kapal wisata.
Baca juga: Demo Mahasiswa di Depan Gedung DPRD Sikka, Blokade Jalan dan Sandera Mobil Pikap
Kegiatan ini untuk mendorong terjalinnya kerja sama antara industri pariwisata dengan UMKM sektor ekonomi kreatif di DPSP Labuan Bajo.
Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf, Henky Manurung melalui sambungan zoom berharap agar 90% produk ekraf di Labuan Bajo dipasok oleh produk lokal.
"Harapannya 90% pasokan produk ekraf di Labuan Bajo berasal dari produk lokal. Melalui penguatan rantai pasok ini, diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan daya kualitas dari produk yang ada di Labuan Bajo," ujar Henky.
Kegiatan serupa pernah dilakukan di Mandalika dan Borobudur. Temu bisnis ini diadakan untuk memperkuat konten lokal dalam rantai pasok industri parekraf sehingga berbagai produk ekraf yang tersebar di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) dipastikan adalah produk lokal.
Bertempat di kawasan Batu Cermin, salah satu destinasi wisata di Kota Labuan Bajo, kegiatan ini dihadiri 70 peserta dari 40 UMKM atau supplier. Mereka berasal dari pelaku ekonomi kreatif di berbagai bidang, seperti kriya, kuliner, event, dan jasa dan 30 demand yang terdiri dari berbagai industri seperti hotel, restoran, pusat oleh-oleh, dan pengusaha kapal wisata.
Baca juga: Demo Mahasiswa di Depan Gedung DPRD Sikka, Blokade Jalan dan Sandera Mobil Pikap
Kegiatan ini untuk mendorong terjalinnya kerja sama antara industri pariwisata dengan UMKM sektor ekonomi kreatif di DPSP Labuan Bajo.
Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf, Henky Manurung melalui sambungan zoom berharap agar 90% produk ekraf di Labuan Bajo dipasok oleh produk lokal.
"Harapannya 90% pasokan produk ekraf di Labuan Bajo berasal dari produk lokal. Melalui penguatan rantai pasok ini, diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan daya kualitas dari produk yang ada di Labuan Bajo," ujar Henky.
Lihat Juga :