Positif COVID-19 di Padang Bertambah, Peneliti: Jangan Masuk Fase Erupsi
Kamis, 02 Juli 2020 - 12:25 WIB
loading...
Kasus COVID-19 di Kota Padang, Sumbar bertambah. Hasil uji Laboratorium Universitas Andalas ada 14 warga Padang dan 2 warga Padang Pariaman positif COVID-19. Foto/Ilustrasi/SINDOnews.dok
A
A
A
PADANG - Kasus positif COVID-19 di Kota Padang, Sumatera Barat bertambah. Hasil uji Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas ada 14 warga Padang dan 2 warga Padang Pariaman yang dikonfirmasi positif COVID-19.
Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Andani Eka Putra berharap Kota Padang tidak sampai masuk ke dalam fase erupsi tahapan pengelolaan pandemi COVID-19. (Baca juga: Tantang dan Banting Handphone Polisi Pria Bertato Diamankan)
Agar tak masuk ke dalam fase itu, dirinya mengimbau kepada Dinas Kesehatan Kota Padang untuk berkolaborasi dengan Laboratorium. “Tugas kita jangan sampai masuk ke fase itu (erupsi atau eksponensial), caranya melalui kolaborasi Laboratorium dengan Dinas Kesehatan,” ujarnya, Kamis (2/7/2020). (Baca juga: Divonis Mati, Otak Pembunuhan Hakim Pengadilan Medan Menangis)
Andani menjelaskan, saat ini Kota Padang berada di fase pato genesis. Di mana di fase ini kejadian infeksi masih berada di bawah 40%. Kasus berat dan kematian masih sedikit, survailance dan diagnostik massif, penanganan awal di rumah sakit, dan pertempuran di lapangan. “Di Padang angka kematian masih kecil, di kisaran empat persen dari jumlah kasus,” ungkapnya.
Sedangkan di fase erupsi, angka kematian relatif cukup besar. Mencapai tiga ribu orang sehari. Angka positif COVID-19 pun mencapai 50%. Hal ini terjadi di luar negeri seperti di Italia maupun negara lain. “Mari kita edukasi masyarakat. Dengan kolaborasi antara Dinkes dan Laboratorium menjadi kunci, prinsipnya memutus mata rantai,” pintanya.
Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Andani Eka Putra berharap Kota Padang tidak sampai masuk ke dalam fase erupsi tahapan pengelolaan pandemi COVID-19. (Baca juga: Tantang dan Banting Handphone Polisi Pria Bertato Diamankan)
Agar tak masuk ke dalam fase itu, dirinya mengimbau kepada Dinas Kesehatan Kota Padang untuk berkolaborasi dengan Laboratorium. “Tugas kita jangan sampai masuk ke fase itu (erupsi atau eksponensial), caranya melalui kolaborasi Laboratorium dengan Dinas Kesehatan,” ujarnya, Kamis (2/7/2020). (Baca juga: Divonis Mati, Otak Pembunuhan Hakim Pengadilan Medan Menangis)
Andani menjelaskan, saat ini Kota Padang berada di fase pato genesis. Di mana di fase ini kejadian infeksi masih berada di bawah 40%. Kasus berat dan kematian masih sedikit, survailance dan diagnostik massif, penanganan awal di rumah sakit, dan pertempuran di lapangan. “Di Padang angka kematian masih kecil, di kisaran empat persen dari jumlah kasus,” ungkapnya.
Sedangkan di fase erupsi, angka kematian relatif cukup besar. Mencapai tiga ribu orang sehari. Angka positif COVID-19 pun mencapai 50%. Hal ini terjadi di luar negeri seperti di Italia maupun negara lain. “Mari kita edukasi masyarakat. Dengan kolaborasi antara Dinkes dan Laboratorium menjadi kunci, prinsipnya memutus mata rantai,” pintanya.
Lihat Juga :