Kisah Mataram Dilanda Gelombang Pemberontakan, Usai Panembahan Senopati Mangkat

Kamis, 08 September 2022 - 05:42 WIB
loading...
Kisah Mataram Dilanda Gelombang Pemberontakan, Usai Panembahan Senopati Mangkat
Panembahan Senopati. Foto/Ist.
A A A
Putra Panembahan Senopati, dari istri, Ratu Mas Waskitajawai, Raden Mas Jolang Hanyakrawati yang bergelar Pangeran Hanyakrawati, naik tahta setelah ayahnya mangkat. Di bawah kepemimpinan Pangeran Hanyakrawati, Mataram mengalami kemunduran.

Baca juga: Kisah Siasat Raja Mataram Utus Wanita Cantik untuk Taklukkan Madiun

Panembahan Senopati, memberikan kuasa kepada puteranya tersebut, diduga berdasarkan wangsit. Dikutip dari buku "Tuah Mataram: Dari Panembahan Senopati Hingga Amangkurat II," karya Peri Mardiyono, Raden Mas Jolang Hanyakrawati dipercaya oleh Panembahan Senopati akan membawa Mataram menjadi kerajaan besar.



Sebelum Hanyakrawati naik tahta menjadi raja, ternyata Panembahan Senopati terlebih dahulu berjanji akan mengangkat Pangeran Pringgalaya, putra Panembahan Senopati dari istri, Retno Dumilah.

Baca juga: Pergoki Istri Tanpa Baju Disetubuhi Selingkuhan, Amarah Pria di Kotamobagu Meledak

Dari garis keturunan sebenarnya Pangeran Pringgalaya ini juga masih terhitung cicit Raja Demak, Sultan Trenggana. Tetapi janji pengangkatan Pangeran Pringgalaya ini urung ditepati Panembahan Senopati, karena menerima wangsit itu.

Pengangkatan Hanyakrawati juga dilandasi bagaimana keberhasilannya menumpas pemberontakan yang dilakukan oleh Adipati Pragola I, yang merupakan pamannya sendiri.

Tetapi ketangguhan sebagai panglima perang tampaknya tidak tercermin saat menjadi raja. Akibatnya, selama pemerintahan Hanyakrawati beberapa intrik, dan krisis akut terjadi di Mataram.

Baca juga: Adopsi Anak Hasil Hubungan Gelap Oknum Polisi Berujung Jadi Tersangka, Yulis Hanya Bisa Menangis

Kenaikan tahta Hanyakrawati melahirkan sejumlah kekecewaan dari berbagai pihak. Apalagi kepemimpinan Hanyakrawati juga dianggap lemah, sehingga banyak suara-suara tidak puas yang berkumandang dari para petinggi Mataram sendiri.

Gejolak melanda Mataram saat Hanyakrawati memimpin. Pemberontakan-pemberontakan di daerah-daerah kekuasan, semakin membuat Hanyakrawati tertekan di kursi kepemimpinannya. Para adipati di daerah ingin segera melepaskan diri dari kekuasaan Mataram.

Dua pemberontakan yang terkenal di masa kepemimpinan Raja Hanyakrawati, yakni pemberontakan Adipati Demak yang dipimpin oleh Pangeran Puger, serta pemberontakan Ponorogo, yang digerakkan oleh Pangeran Jagaraga. Menariknya kedua pemimpin pemberontakan itu adalah perwira militer yang mengabdi cukup setia di masa kepemimpinan Panembahan Senopati.

Baca juga: Kisah Nyimas Utari, Mata-Mata Pembunuh Jenderal VOC

Hanyakrawati harus menghadapi saudara tirinya sendiri Pangeran Puger dalam perebutan tahta Mataram. Bahkan, Pangeran Puger juga pernah menjadi pemimpin pasukan Mataram ke Surabaya, di masa kepemimpinan Panembahan Senopati.

Satu tahun menjadi raja, Hanyakrawati tampak kerepotan mengendalikan kekuasaannya. Beragam pemberontakan muncul, peperangan harus dihadapi Mataram. Di sisi lain, tuntutan untuk meluaskan kekuasaan menjadikannya dibuat kerepotan.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1884 seconds (10.101#12.26)