Kisah Misteri Makam Kyai Waqak di Kendal yang Sulit Dirobohkan
Senin, 05 September 2022 - 05:09 WIB
loading...
A
A
A
Nama Mertowijoyo juga ditemukan dalam buku Serat Babad Negari Semarang, dan Babad Mentawis. Dalam Serat Babad Nengari Semarang, diterangkan bahwa nama Mertowijoyo itu masih ada hubungannya dengan Ki Ageng Pandan Aran I (Ki Mode Pandan), penguasa Semarang atau Tirang Amper, yang berarti ada hubungan garis keturunan dengan Raden Fatah, Sultan Demak.
Silsilah lengkapnya disebut sebagai berikut; Raden Fatah (Demak) berputera Pangeran Sabrang Lor, berputera Pangerawn Pandan Aran I (Ki Mode Pandan), berputera Pangeran Kanoman bupati Semarang (adik Sunan Tembayat), berputera Kyai Khalifah, berputera Kyai Laweyan, berputera Kyai Sumendhi (Kyai Alap-alap, Bupati Semarang), berputera Kyai Rangga Hadi Negoro (Surahadimenggala ke-2, Bupati Semarang), berputera Kyai Ronggo Mertoyuda (Surahadimenggala ke-3, Bupati Semarang), berputera Kyai Mertowijyoyo.
Baca juga: Ditangkap Suami saat Bersetubuh dengan Anak Kades, Begini Pengakuan Ibu Muda Bhayangkari
Namun menurut cerita yang dicatat dalam buku peninggalan-peningglan kuno di Kendal disebutkan, Mertowijoyo berasal dari Lumajang. Karena ada selisih keluarga dengan adiknya, ia mengalah dan membawa pengikutnya berlayar dan akhirnya terdampar di Kendal.
Bersama pengikutnya ia membuka suatu daerah sebagai tempat tinggal, dan karena ia mempunyai sebuah pusaka yang berwujud kendil terbuat dari besi, maka ia terkenal dengan nama Kyai Kendil Wesi. Ia meninggal ketika geger pakunegaran di Gunung Tidar Magelang, dan jenazahnya dimakamkan di Pekuncen Kendal. Sedangkan jabatan bupati jatuh ke tangan Mertowijoyo III, putera Mertowijoyo I berikut pusakanya.
Silsilah lengkapnya disebut sebagai berikut; Raden Fatah (Demak) berputera Pangeran Sabrang Lor, berputera Pangerawn Pandan Aran I (Ki Mode Pandan), berputera Pangeran Kanoman bupati Semarang (adik Sunan Tembayat), berputera Kyai Khalifah, berputera Kyai Laweyan, berputera Kyai Sumendhi (Kyai Alap-alap, Bupati Semarang), berputera Kyai Rangga Hadi Negoro (Surahadimenggala ke-2, Bupati Semarang), berputera Kyai Ronggo Mertoyuda (Surahadimenggala ke-3, Bupati Semarang), berputera Kyai Mertowijyoyo.
Baca juga: Ditangkap Suami saat Bersetubuh dengan Anak Kades, Begini Pengakuan Ibu Muda Bhayangkari
Namun menurut cerita yang dicatat dalam buku peninggalan-peningglan kuno di Kendal disebutkan, Mertowijoyo berasal dari Lumajang. Karena ada selisih keluarga dengan adiknya, ia mengalah dan membawa pengikutnya berlayar dan akhirnya terdampar di Kendal.
Bersama pengikutnya ia membuka suatu daerah sebagai tempat tinggal, dan karena ia mempunyai sebuah pusaka yang berwujud kendil terbuat dari besi, maka ia terkenal dengan nama Kyai Kendil Wesi. Ia meninggal ketika geger pakunegaran di Gunung Tidar Magelang, dan jenazahnya dimakamkan di Pekuncen Kendal. Sedangkan jabatan bupati jatuh ke tangan Mertowijoyo III, putera Mertowijoyo I berikut pusakanya.
(eyt)
Lihat Juga :