alexametrics

Tembak Paha Polisi, Pelaku Curas Ditembak Mati

loading...
Tembak Paha Polisi, Pelaku Curas Ditembak Mati
Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya menjenguk anggota yang terluka karena tertembak pelaku curas, di RSUD di Martapura. Foto/Ist
A+ A-
OKUT - Baku tembak terjadi antara prilaku curas dengan aparat kepolisian di OKU Timur. Pelaku Curas tewas diterjang peluru polisi setelah lebih dahulu menembak dan mengenai paha anggota, Rabu (1/7/2020).

Pelaku Curas yang tewas yakni Juni Mardianto, diduga warga BK 8 Belitang, OKU Timur. Polisi yang terluka anggota Polsek Buay Madang Brigpol Marselly Wiyono.

Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya mengatakan, sebelum terjadi baku tembak anggota yang sedang melakukan patroli mendapatkan laporan kejadian Curas. Berdasarkan informasi itu, pelaku curas akan melintasi Jalan Tanggul Irigasi arah Bahuga.

"Berbekal informasi itu dilakukan petugas menunggu pelaku melintasi. Tidak lama pelaku melintas dan berhenti berpura-pura mengisi minyak sepeda motor. Saat itulah anggota melakukan penyergapan namun pelaku mengetahui anggota yang akan menangkap," ujarnya, Rabu (1/7/2020).



Pelaku yang ternyata memiliki senpi melawan dengan menembak petugas yang mengenai paha Brigpol Marselly Wiyono.

"Pelaku berusaha melarikan diri dan karena tidak menghiraukan peringatan sehingga diberikan tindakan tegas dan terukur," katanya.



Pelaku sempat dilarikan ke rumah sakit namun dalam perjalanan meninggal dunia. Sedangkan Brigpol Marselly Wiyono yang mengalami luka tembak telah mendapatkan perawatan di rumah sakit.

"Saat ini anggota kita sedang menjalani perawatan di RDUD Martapura," ungkap Kapolres. (Baca juga: April-Mei, Tingkat Hunian Hotel di Sumsel hanya 18-19%)

Selain berhasil melumpuhkan pelaku polisi juga menyita barang bukti, berupa dua pucuk senpi rakitan, dua amunisi aktif, dan lima selongsong peluru.
(boy)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak