Bina Wirausahawan, Alumni FEB Manajemen Universitas Trisakti Gandeng 2 Lembaga Ini
Minggu, 28 Agustus 2022 - 21:02 WIB
loading...
A
A
A
"Tidak hanya itu, mengembangkan talent pool dengan keahlian manajemen bisnis sebagai salah satu keterampilan penting di dunia profesional yang membedakan para kandidat ini,” ujar Tina, pada acara penandatanganan MoU, Sabtu (27/8/2022).
Untuk diketahui, berdasarkan survei World Economic ForumExecutive Opinion Survey (EOS)4, krisis ketenagakerjaan dan mata pencaharian menempati peringkat ketiga dari lima risiko teratas yang dihadapi Indonesia setelah krisis utang dan krisis
lingkungan akibat ulah manusia.
Data tahun 2020 yang menunjukkan bahwa hanya 25 persen lulusan perguruan tinggi yang memiliki pekerjaan sesuai dengan keahliannya dan terdapat 22,2 persen generasi mudayang tidak memiliki pekerjaan, pendidikan, dan pelatihan.
Studi yang dilakukan oleh Manajemen Kebijakan Oxford untuk UNICEF5 menyatakan terdapat kesenjangan antara keterampilan yang diajarkan di perguruan tinggi dan yang dibutuhkan di tempatkerja, mendorong risiko pengangguran. Baca juga: Angkat Disertasi Industri Pertahanan, Pamen TNI Ini Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude
Studi lebih lanjut menyoroti pentingnya capacity building dan career counseling Pertama, untuk mengasah keterampilan kewirausahaan, dan kedua, untuk membuka akses informasi terkait jalur karir yang mungkin ditempuh sehingga mereka dapat membuat pilihan yang tepat untuk masa depan mereka.
Untuk diketahui, berdasarkan survei World Economic ForumExecutive Opinion Survey (EOS)4, krisis ketenagakerjaan dan mata pencaharian menempati peringkat ketiga dari lima risiko teratas yang dihadapi Indonesia setelah krisis utang dan krisis
lingkungan akibat ulah manusia.
Data tahun 2020 yang menunjukkan bahwa hanya 25 persen lulusan perguruan tinggi yang memiliki pekerjaan sesuai dengan keahliannya dan terdapat 22,2 persen generasi mudayang tidak memiliki pekerjaan, pendidikan, dan pelatihan.
Studi yang dilakukan oleh Manajemen Kebijakan Oxford untuk UNICEF5 menyatakan terdapat kesenjangan antara keterampilan yang diajarkan di perguruan tinggi dan yang dibutuhkan di tempatkerja, mendorong risiko pengangguran. Baca juga: Angkat Disertasi Industri Pertahanan, Pamen TNI Ini Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude
Studi lebih lanjut menyoroti pentingnya capacity building dan career counseling Pertama, untuk mengasah keterampilan kewirausahaan, dan kedua, untuk membuka akses informasi terkait jalur karir yang mungkin ditempuh sehingga mereka dapat membuat pilihan yang tepat untuk masa depan mereka.
Lihat Juga :