Ketua DPRD Surabaya Sebut Aksi Sujud Risma Bentuk Permintaan Maaf
Rabu, 01 Juli 2020 - 06:39 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi tidak menyalahkan masyarakat, tapi meminta maaf karena belum semua warga taat protokol kesehatan. Bu Risma tidak ingin warganya yang disalahkan. Maka beban itu dia tanggung di pundaknya. Pemimpin kan memang harus begitu," imbuh Adi.
Selain itu, lanjut Adi, permintaan maaf Risma lewat aksi sujud itu juga sebagai bentuk tanggung jawab moral bahwa dia sebagai pemimpin belum bisa membantu optimal ke RSUD dr Soetomo. Hal itu karena permasalahan wewenang.
"Saya melihatnya itu sebagai bentuk permintaan maaf Bu Risma, bahwa dia sudah mencoba membantu, tapi kan tidak bisa masuk ke RSUD dr Soetomo karena bukan wewenangnya," ujar mantan jurnalis ini.
Di sisi lain, Adi menilai penanganan COVID-19 di Surabaya sudah berjalan baik, meski dalam sejumlah sisi perlu ditingkatkan. Upaya test, tracing, dan treatment dilakukan dengan terintegrasi. (Baca juga: Pelaku Pembakaran Mobil Mewah Via Vallen Pura-pura Gila )
"Semakin banyak tes, semakin kita bongkar fenomena gunung es COVID-19, lalu diperkuat tracing-nya dan treatment-nya. Tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Surabaya termasuk yang tertinggi. Hanya saja, itu tidak cukup. Semua harus kompak taat protokol, karena disiplin adalah vaksin terefektif dari virus corona," pungkasnya.
Selain itu, lanjut Adi, permintaan maaf Risma lewat aksi sujud itu juga sebagai bentuk tanggung jawab moral bahwa dia sebagai pemimpin belum bisa membantu optimal ke RSUD dr Soetomo. Hal itu karena permasalahan wewenang.
"Saya melihatnya itu sebagai bentuk permintaan maaf Bu Risma, bahwa dia sudah mencoba membantu, tapi kan tidak bisa masuk ke RSUD dr Soetomo karena bukan wewenangnya," ujar mantan jurnalis ini.
Di sisi lain, Adi menilai penanganan COVID-19 di Surabaya sudah berjalan baik, meski dalam sejumlah sisi perlu ditingkatkan. Upaya test, tracing, dan treatment dilakukan dengan terintegrasi. (Baca juga: Pelaku Pembakaran Mobil Mewah Via Vallen Pura-pura Gila )
"Semakin banyak tes, semakin kita bongkar fenomena gunung es COVID-19, lalu diperkuat tracing-nya dan treatment-nya. Tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Surabaya termasuk yang tertinggi. Hanya saja, itu tidak cukup. Semua harus kompak taat protokol, karena disiplin adalah vaksin terefektif dari virus corona," pungkasnya.
(eyt)
Lihat Juga :