Ini Strategi Jabar Lawan Ancaman Demam Berdarah Dengue

Selasa, 23 Agustus 2022 - 13:12 WIB
loading...
Ini Strategi Jabar Lawan Ancaman Demam Berdarah Dengue
Pemprov Jabar mewaspadai wabah demam berdarah dengue sejak dini dengan langkah dan strategi yang ditentukan.Foto/ilustrasi
A A A
BANDUNG - Pemprov Jawa Barat mewaspadai penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang masih menghantui warga Jabar. Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum memaparkan, Pemprov Jabar mengutamakan tiga langkah terpadu dalam mengatasi ancaman penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti itu.

Ketiga langkah terpadu tersebut, yakni pemahaman pada masyarakat (sosialisasi), pemberian bantuan obat-obatan, serta pengawasan, dalam mengantisipasi penyebaran penyakit DBD.

"Untuk mengantisipasi berbagai penyakit, termasuk di dalamnya ada DBD, memberikan pemahaman dahulu kepada masyarakat. Setelah memberikan pemahaman, kemudian memberikan bantuan obat dan pengawasan," papar Uu, Selasa (22/8/2022).

Baca juga: 2 Minggu Buron, Pelaku Pencabulan 4 Anak di Karawang Akhirnya Dibekuk

Menurutnya, ketiga langkah tersebut penting karena saling mendukung satu sama lainnya. Dia menilai, pemberian bantuan obat-obatan tidak dapat efektif tanpa adanya sosialisasi atau pemahaman terlebih dahulu. Pun demikian dengan pemahaman dan obat-obatan tak dapat berjalan optimal tanpa adanya pengawasan.

"Kalau hanya diberikan obat tanpa diberikan pemahaman, kadang-kadang tidak akan bisa efektif. Kemudian kalau hanya diberikan pemahaman tanpa ada obat dan pengawasan, siapa tau obatnya tidak dimakan," katanya.

"Jadi tiga langkah dalam mengantisipasi DBD, termasuk dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat oleh Pemprov Jabar, mudah-mudahan berhasil dan sukses. Jabar masyarakatnya sehat semua," tandas Uu.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Jabar, Atalia Praratya Ridwan Kamil mengemukakan bahwa dalam satu tahun terakhir, tercatat sekitar 21.000 kasus DBD yang dilaporkan dengan jumlah kasus terbanyak di Kota Bandung dan Kota Depok.

Dengan jumlah kasus DBD yang cukup besar itu, dia meminta seluruh elemen masyarakat, khususnya kader PKK kembali bergerak untuk mengatasi ancaman penyakit DBD.

"Dasawisma itu adalah paling dekat dengan keluarga, ada 10 keluarga yang akan didampingi oleh Tim PKK Dasawisma ini," kata Atalia.

Selain itu, Atalia juga ingin menggalakkan kembali program Juru Pemantau Jentik (Jumantik), mulai dari lingkungan rumah masyarakat dan juga lingkungan sekolah-sekolah dasar.

"Penting sekali kader Jumantik digeliatkan kembali, bahkan SD-SD akan dimulai lagi gerakan jumantiknya, sehingga akan mampu untuk membantu wilayah sekitar minimal di lingkungan sekolah terhindar dari masalah DBD ini," katanya.
(msd)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1552 seconds (10.101#12.26)