Teman Netra Kini Bisa Pantau Langsung Penanganan COVID-19 di Jabar
Selasa, 30 Juni 2020 - 20:42 WIB
loading...
A
A
A
Setiaji menambahkan, pihaknya juga sudah menghimpun 2.600 berita bohong (hoaks) yang beredar dan sudah diklarifikasi, sehingga warga bisa tahu mana berita hoaks dan bukan hoaks. Hingga kini, kata Setiaji, aplikasi Pikobar sudah diunduh 750.000 pengguna dan menangani 120.000 pengaduan lewat hotline Pikobar.
"Di masa AKB (adaptasi kebiasaan baru) sejauh ini (hoaks) juga masih berkaitan COVID-19. Untuk pengaduan, juga paling banyak masih berkaitan bansos," ungkapnya. Masih di tempat yang sama, Product Manager Pikobar Adityo Trimurdani menjelaskan, untuk fitur teranyar bagi teman netra, pihaknya memanfaatkan fitur bawaan Android dan iOS.
"Jadi di Android ada Talkback di iOS ada VoiceOver. Ketika kedua fitur itu di masing-masing device (gawai) pengguna diaktifkan, maka aplikasi Pikobar tombol-tombolnya dikonversi menjadi audio. Jadi, misal klik data Jabar, yang muncul audionya," jelas Adityo.
Dia melanjutkan, aplikasi Pikobar yang dikembangkan di bawah naungan unit kerja Jabar Digital Service (JDS) Diskominfo Jabar adalah upaya penanggulangan COVID-19 melalui solusi teknologi. Terkait potensi serangan atau hack, Pikobar juga bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) selain memiliki tim mandiri untuk mengantisipasi serangan terhadap sistem.
"Adapun fitur unggulan yang banyak digunakan warga antara lain fitur data informasi kasus di Jabar, nasional, dan dunia, cek sebaran kasus, dan periksa mandiri. Untuk situs web, hingga kini total kunjungan mencapai 4,7 juta," katanya.
"Di masa AKB (adaptasi kebiasaan baru) sejauh ini (hoaks) juga masih berkaitan COVID-19. Untuk pengaduan, juga paling banyak masih berkaitan bansos," ungkapnya. Masih di tempat yang sama, Product Manager Pikobar Adityo Trimurdani menjelaskan, untuk fitur teranyar bagi teman netra, pihaknya memanfaatkan fitur bawaan Android dan iOS.
"Jadi di Android ada Talkback di iOS ada VoiceOver. Ketika kedua fitur itu di masing-masing device (gawai) pengguna diaktifkan, maka aplikasi Pikobar tombol-tombolnya dikonversi menjadi audio. Jadi, misal klik data Jabar, yang muncul audionya," jelas Adityo.
Dia melanjutkan, aplikasi Pikobar yang dikembangkan di bawah naungan unit kerja Jabar Digital Service (JDS) Diskominfo Jabar adalah upaya penanggulangan COVID-19 melalui solusi teknologi. Terkait potensi serangan atau hack, Pikobar juga bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) selain memiliki tim mandiri untuk mengantisipasi serangan terhadap sistem.
"Adapun fitur unggulan yang banyak digunakan warga antara lain fitur data informasi kasus di Jabar, nasional, dan dunia, cek sebaran kasus, dan periksa mandiri. Untuk situs web, hingga kini total kunjungan mencapai 4,7 juta," katanya.
(don)
Lihat Juga :