Dokter Spesialis: Penting Pemenuhan Gizi Seimbang bagi Tubuh
Minggu, 21 Agustus 2022 - 23:16 WIB
loading...
Dokter Spesialis Gizi Klinis di Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Christopher Andrian, M. Gizi, Sp. GK. Foto ist
A
A
A
BOGOR - Dalam memenuhi prinsip nutrisi yang seimbang bagi tubuh, asupan apapun yang berlebih atau juga terlalu rendah sangat tidak direkomendasikan. Risiko penyakit yang ditimbulkan akibat asal ngunyah dapat menimpa siapapun.
Demikian disampaikan dokter Spesialis Gizi Klinis di Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Christopher Andrian, M. Gizi, Sp. GK dalam bincang sehat yang disiarkan secara daring melalui akun Instagram @siloamtbsimatupang dengan tema "Hobi Ngunyah, Cita-Cita Sehat, Emang Bisa?" Baca juga: Sarihusada Konsisten Hadirkan Nutrisi Terjangkau dan Berkualitas
Dokter Christopher menyampaikan, banyak orang menginginkan tubuh sehat namun seringkali memiliki gaya hidup yang bertolak belakang. "Mulai dari jarang berolahraga hingga kebiasaan asal 'ngunyah'," ujarnya.
Dalam kehidupan sehari-hari, lanjutnya, konsumsi sumber karbohidrat dan lemak tidak bisa dihindari. Jika makanan tersebut dikonsumsi secara berlebihan, dampaknya akan menetap dalam tubuh secara jangka panjang. "Pada akhirnya, kendali sepenuhnya tetap ada dalam diri kita," pungkashya.
Dokter Christopher memberi contoh, konsumsi gula idealnya hanya 50 gram per hari, kira-kira 1 sendok makan. Gula termasuk dalam golongan karbohidrat. Ia mengatakan konsumsi berlebih dengan gaya hidup tidak sehat akan meningkatkan kadar trigliserida yang umumnya berbanding lurus dengan meningkatnya kadar kolesterol dalam darah.
Demikian disampaikan dokter Spesialis Gizi Klinis di Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Christopher Andrian, M. Gizi, Sp. GK dalam bincang sehat yang disiarkan secara daring melalui akun Instagram @siloamtbsimatupang dengan tema "Hobi Ngunyah, Cita-Cita Sehat, Emang Bisa?" Baca juga: Sarihusada Konsisten Hadirkan Nutrisi Terjangkau dan Berkualitas
Dokter Christopher menyampaikan, banyak orang menginginkan tubuh sehat namun seringkali memiliki gaya hidup yang bertolak belakang. "Mulai dari jarang berolahraga hingga kebiasaan asal 'ngunyah'," ujarnya.
Dalam kehidupan sehari-hari, lanjutnya, konsumsi sumber karbohidrat dan lemak tidak bisa dihindari. Jika makanan tersebut dikonsumsi secara berlebihan, dampaknya akan menetap dalam tubuh secara jangka panjang. "Pada akhirnya, kendali sepenuhnya tetap ada dalam diri kita," pungkashya.
Dokter Christopher memberi contoh, konsumsi gula idealnya hanya 50 gram per hari, kira-kira 1 sendok makan. Gula termasuk dalam golongan karbohidrat. Ia mengatakan konsumsi berlebih dengan gaya hidup tidak sehat akan meningkatkan kadar trigliserida yang umumnya berbanding lurus dengan meningkatnya kadar kolesterol dalam darah.
Lihat Juga :