Aksi Unjuk Rasa Copot Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Ricuh

Senin, 15 Agustus 2022 - 20:35 WIB
loading...
Aksi Unjuk Rasa Copot...
Aksi unjuk rasa di Jalan Yusuf Daeng Ngawing, Kota Makassar, ricuh, Senin (15/8/2022). Foto: Istimewa
A A A
MAKASSAR - Unjuk rasa meminta pencopotan Kepala Dinas Pendidikan Sulsel yang berlangsung di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel, Jalan Yusuf Daeng Ngawing, Kota Makassar, ricuh, Senin (15/8/2022).

Kericuhan dipicu saat beberapa orang yang bukan bagian dari massa aksi mengambil paksa spanduk pengunjuk rasa. Orang tak dikenal lainnya juga sempat memukul massa aksi dengan balok kayu.

Baca juga:Disdik Sulsel Sebut Provider Jamin Server PPDB Online Aman

Kejadian itu membuat massa aksi yang berasal dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organisasi Pergerakan Mahasiswa (OPM) melakukan perlawananan. Aksi saling dorong serta saling pukul pun tak terhindarkan.

Beruntung, pihak kepolisian yang berjaga di lokasi mampu meredam bentrokan agar tidak meluas dan bertambah parah.

Sekadar diketahui, DPP OPM menggelar aksi unjuk rasa untuk mendesak Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman untuk mencopot Setiawan Aswad dari jabatan Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Setiawan, Harpansa sebagai Sekdis Pendidikan Sulsel, dan Asqar dari jabatan Kabid Pembinaan SMAN Disdik Sulsel.

Selain massa DPP OPM, tampak dalam aksi itu sejumlah perwakilan siswa-siswa SMAN/SMKN Kota Makassar beserta orang tua siswa.

Jenderal Lapangan OPM, Saddam Husein, menilai ada indikasi korupsi anggaran Korupsi pengadaan anggaran server penerimaan peserta didik baru (PPDB). Mereka juga menduga ada penambahan siswa baru 2022/2023 di beberapa SMAN/SMKN oleh Dinas Pendidikan Sulsel.

"Adanya indikasi dugaan penambahan siswa siluman yang jumlah sebanyak 23 orang di SMAN dan sebanyak 10 di SMKN se-Kota Makassar tahun ajaran 2022/2023, melalui WA dan daftar nama-nama yang dikirim Kabid Dikmen SMAN Disdik Sulsel dalam hal ini atas nama Asqar," ucapnya kepada awak media.

Baca juga:Memprihatinkan! Siswa SMAN 23 Makassar Belajar di Gedung Tidak Layak Pakai

"Di mana hal ini kuat dugaan melanggar Permendikbud tentang Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang jumlah maksimal siswa sebanyak 36 namun hasil temuan ada beberapa SMAN/SMKN melebihi batas maksimal yang ditetapkan oleh Dapodik," sambungnya.

Padahal, kata Saddam jika sesuai dengan PPDB, tidak ada lagi penerimaan calon siswa setelah tahapan ditutup. "Kurang lebih 2 ribu siswa siluman yang dipaksakan harus diakomodir di setiap SMAN/SMKN se-Kota Makassar, tanpa memperhitungkan payung hukum dan kesiapan tenaga pengajar," jelasnya.

Adapun indikasi dugaan manipulasi pengadaan anggaran server PPDB 2022/2023 dengan kisaran anggaran Rp2,3 miliar lebih di Dinas Pendidikan Sulsel tersebar di beberapa sekolah.

"Dugaan pungutan liar (pungli) di SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMAN 4, SMAN 5, SMAN 7, SMAN 9, SMAN 16, SMAN 20, SMAN 21, SMAN 22 dan SMKN 2, SMKN 4 dan SMKN 5," ungkapnya.

Oleh karena itu, DPD OPM juga mendesak Gubernur Sulsel mencopot Kepala Sekolah di SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMAN 4, SMAN 5, SMAN 7, SMAN 9, SMAN 16, SMAN 20, SMAN 21, SMAN 22 dan SMKN 2, SMKN 4 dan SMKN 5.

Mereka juga mendesak agar Gubernur mencabut nama-nama siswa yang masuk melalui cara yang tidak semestinya.

Baca juga:Disdik Sulsel Siapkan Kegiatan Amaliah Ramadan untuk Siswa

"Sangat merugikan bagi warga Kecamatan Makassar, Wajo, Kepulauan Sangkarrang yang belum memiliki SMAN, bahkan merugikan calon peserta didik karena PPDB jalur online hanya membirikan kesempatn 2 kali mengikuti seleksi padahal tahun sebelumnya sampai 4 kali kesempatan dan terkhusus jalur zonasi tidak tepat dalam menentukan titik," kata dia.

Mereka pun mendesak Kejati Sulsel mengusut dugaan penyalahguaan APBD pengadaan server PPDB online tahun ajaran 2022-22023 dan mengusut dugaan pungli di beberapa SMAN/SMKN.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siti Maemunah, Satu-satunya...
Siti Maemunah, Satu-satunya Siswi Baru SDN 4 Dimoro Grobogan Hasil PPDB 2024
Tahap I Diumumkan, Ini...
Tahap I Diumumkan, Ini Aturan Jalur Zonasi PPDB Jabar 2024
Begini Aturan Zonasi...
Begini Aturan Zonasi di PPDB Jabar 2024, Persiapan Daftar Tahap 2
Server PPDB Jabar Down,...
Server PPDB Jabar Down, Sekda Herman Minta Operator Sekolah Bantu Pendaftar
Peras Kepala Sekolah...
Peras Kepala Sekolah di Cimahi, Mantan Pegawai Kejaksaan Diringkus
Miris! SMP Islam di...
Miris! SMP Islam di Surabaya Hanya Mendapatkan 1 Siswa Baru saat PPDB
Ini 9 Poin Rawan Korupsi...
Ini 9 Poin Rawan Korupsi PPDB, KPK: Kami Pantau Terus
4 Jalur Penerimaan Murid...
4 Jalur Penerimaan Murid Baru di SPMB 2025, Ada Kuota Baru untuk Pengurus OSIS!
PPDB Resmi Diganti Jadi...
PPDB Resmi Diganti Jadi SPMB, Mendikdasmen: Bukan Sekedar Nama Baru
Rekomendasi
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
UBAYA Tantang SCU di...
UBAYA Tantang SCU di Final Putri, Perbanas Hadapi UKSW pada Puncak Campus League 2026
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Berita Terkini
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Infografis
5 Madrasah Tertua di...
5 Madrasah Tertua di Indonesia, Pelopor Pendidikan Islam Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved