ACT Terus Dampingi dan Siapkan Pangan Untuk Penyintas Rohingya di Aceh
Selasa, 30 Juni 2020 - 16:04 WIB
loading...
A
A
A
Seperti telah diberitakan sebelumnya, Rabu (24/6/2020) lalu, sebuah kapal terombang-ambing di perairan Aceh Utara. Kapal itu memuat 94 warga etnis Rohingya di Myanmar dengan rincian 15 laki-laki dewasa, 49 perempuan dewasa, dan 30 anak-anak. Mereka ditampung sementara di bekas Kantor Imigrasi Desa Punteuet. Selain pendampingan psikososial, kebutuhan lainnya juga turut dipenuhi ACT. Misalnya saja menyuplai kebutuhan pangan bagi pengungsi di sana. Tiap harinya ada 300 porsi makanan siap santap yang dibagi untuk tiga waktu, makan pagi, siang, dan malam.
“ACT tiap harinya akan menyuplai kebutuhan makanan siap santap bagi pengungsi Rohingya untuk makan pagi, siang, dan malam. Makanan ini berasal dari dapur umum yang sudah ACT dirikan di Jalan Medan-Banda Aceh Meunasah, Masjid Punteut, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe,” jelas Thariq.
Saat ini, bantuan pangan memang yang menjadi pokok bagi pengungsi Rohingya. Hal tersebut karena mereka tiba di Aceh Utara setelah terkatung-katung di lautan tanpa perbekalan serta kondisi kapal yang memprihatinkan dan nyaris tenggelam. Mereka juga sekarang diisolasi, bagi pihak yang tidak berkepentingan tak diizinkan untuk melakukan interaksi dengan mereka dengan tujuan memutus rantai sebaran Covid-19.
Hingga kedepannya, ACT akan terus melakukan pendampingan terhadap pengungsi Rohingya. Satu unit Humanity Food Truck yang mampu menghidangkan ribuan porsi makanan siap santap sedang dalam perjalanan menuju Aceh dari Jakarta. Begitu juga Humanity Water Truck diberangkatkan sebagai pemenuh kebutuhan air. Pengerahan armada ACT ini bertujuan memberikan pelayanan terbaik bagi pengungsi yang melarikan diri dari tanah air sendiri akibat konflik kemanusiaan di Myanmar.
Menurut Catatan WHO, saat ini diperkirakan ada 913.316 pengungsi Rohingya di Cox’s Bazar. Dari jumlah hampir satu juta orang pengungsi, WHO menyebut semua pengungsi Rohingya di Kamp Pengungsian menghadapi kerentanan kesehatan. Dengan Ikhtiar untuk membangun dan menghadirkan kesejahteraan untuk mereka, ACT tidak bisa bekerja sendirian, kami butuh bantuanmu! Mari bersedekah dan bantu Rohingya, klik www.Indonesiadermawan.id/BangunKembaliKehidupanRohingya
“ACT tiap harinya akan menyuplai kebutuhan makanan siap santap bagi pengungsi Rohingya untuk makan pagi, siang, dan malam. Makanan ini berasal dari dapur umum yang sudah ACT dirikan di Jalan Medan-Banda Aceh Meunasah, Masjid Punteut, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe,” jelas Thariq.
Saat ini, bantuan pangan memang yang menjadi pokok bagi pengungsi Rohingya. Hal tersebut karena mereka tiba di Aceh Utara setelah terkatung-katung di lautan tanpa perbekalan serta kondisi kapal yang memprihatinkan dan nyaris tenggelam. Mereka juga sekarang diisolasi, bagi pihak yang tidak berkepentingan tak diizinkan untuk melakukan interaksi dengan mereka dengan tujuan memutus rantai sebaran Covid-19.
Hingga kedepannya, ACT akan terus melakukan pendampingan terhadap pengungsi Rohingya. Satu unit Humanity Food Truck yang mampu menghidangkan ribuan porsi makanan siap santap sedang dalam perjalanan menuju Aceh dari Jakarta. Begitu juga Humanity Water Truck diberangkatkan sebagai pemenuh kebutuhan air. Pengerahan armada ACT ini bertujuan memberikan pelayanan terbaik bagi pengungsi yang melarikan diri dari tanah air sendiri akibat konflik kemanusiaan di Myanmar.
Menurut Catatan WHO, saat ini diperkirakan ada 913.316 pengungsi Rohingya di Cox’s Bazar. Dari jumlah hampir satu juta orang pengungsi, WHO menyebut semua pengungsi Rohingya di Kamp Pengungsian menghadapi kerentanan kesehatan. Dengan Ikhtiar untuk membangun dan menghadirkan kesejahteraan untuk mereka, ACT tidak bisa bekerja sendirian, kami butuh bantuanmu! Mari bersedekah dan bantu Rohingya, klik www.Indonesiadermawan.id/BangunKembaliKehidupanRohingya
(srf)
Lihat Juga :