Beda Pendapat saat Musyawarah, Kades dan Aparat Desa Aniaya Warga
Minggu, 14 Agustus 2022 - 23:31 WIB
loading...
Oknum Kades dan aparat desa aniaya warga gara-gara beda pendapat saat musyawarah. Tak terima dikeroyok korban akhirnya melaporkan pelaku ke polisi. Foto: SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
MERANGIN - Seorang oknum kepala desa ( Kades ) di Kecamatan Tabir Barat, Kabupaten Merangin, Jambi beserta empat orang aparatnya diduga nekat menganiaya dan mengeroyok warganya.
Ironisnya, kelima orang pelaku tersebut diduga telah melakukan pengeroyokan kepada NS yang merupakan ninik mamak di desa tersebut.
Bahkan, tanpa malu lagi lokasi tersebut dilakukan di rumah adat desa yang biasa digunakan warga untuk musyawarah adat serta untuk menyelesaikan setiap perkara yang terjadi di dalam desa itu.
Baca juga: Gara-gara Mi Instan, Buruh di Tomohon Tega Aniaya Pasangannya hingga Babak Belur
Dari informasi yang didapat, aksi penganiayaan dan pemukulan secara bersama-sama yang diduga dilakukan oleh oknum kades beserta aparatnya tersebut dilakukan di saat pelaksanaan musyawarah turun ke sawah di rumah Adat Desa.
Aksi tersebut, diduga hanya dipicu masalah sepele, yakni perdebatan dalam musyawarah. Diduga tidak bisa menahan emosi, sehingga oknum kades langsung memukul korban yang kemudian diikuti oleh empat oknum lainnya.
Menurut korban, NS, perdebatan dalam setiap musyawarah adalah hal yang biasa. Namun, dirinya tidak menyangka akan berakhir dengan aksi tidak terpuji tersebut.
Baca juga: Parah! Oknum Kades Aniaya dan Rusak Rumah Warga, saat Ditangkap Ternyata Positif Nyabu
"Sebenarnyo pado waktu itu kami melaksanakan musyawarah turun ke sawah yang dilakukan di rumah adat, dalam musyawarah biasanya selalu ada perdebatan untuk mencari kesepakatan tersebut," tuturnya, Minggu (14/8/2022).
Namun tanpa dia duga, pelaku bersama empat orang lainnya langsung mengeroyoknya. "Dalam debat tersebut kades langsung memukul saya dengan tangan dan empat orang lainnya yang juga merupakan aparat desa ikut memukul saya," ungkap korban.
Tidak terima dengan pengeroyokan tersebut, akhirnya korban membuat laporan ke Polsek Tabir Ulu pada Sabtu (13/8/2022).
Baca juga: Parah, 5 Pelajar Aniaya Remaja hingga Pingsan kemudian Dicekoki Miras Oplosan
Kapolsek Tabir Ulu Iptu Ramadhan Agustiansyah mengakui adanya pengeroyokan tersebut. “Ya, kemarin memang ada salah seorang warga yang datang melapor ke Polsek Tabir Ulu terkait adanya pengeroyokan," katanya, Minggu (14/8/2022).
Kapolsek menambahkan, rencananya Senin besok beberapa saksi akan dimintai keterangan di Polsek Tabir Ulu.
Ironisnya, kelima orang pelaku tersebut diduga telah melakukan pengeroyokan kepada NS yang merupakan ninik mamak di desa tersebut.
Bahkan, tanpa malu lagi lokasi tersebut dilakukan di rumah adat desa yang biasa digunakan warga untuk musyawarah adat serta untuk menyelesaikan setiap perkara yang terjadi di dalam desa itu.
Baca juga: Gara-gara Mi Instan, Buruh di Tomohon Tega Aniaya Pasangannya hingga Babak Belur
Dari informasi yang didapat, aksi penganiayaan dan pemukulan secara bersama-sama yang diduga dilakukan oleh oknum kades beserta aparatnya tersebut dilakukan di saat pelaksanaan musyawarah turun ke sawah di rumah Adat Desa.
Aksi tersebut, diduga hanya dipicu masalah sepele, yakni perdebatan dalam musyawarah. Diduga tidak bisa menahan emosi, sehingga oknum kades langsung memukul korban yang kemudian diikuti oleh empat oknum lainnya.
Menurut korban, NS, perdebatan dalam setiap musyawarah adalah hal yang biasa. Namun, dirinya tidak menyangka akan berakhir dengan aksi tidak terpuji tersebut.
Baca juga: Parah! Oknum Kades Aniaya dan Rusak Rumah Warga, saat Ditangkap Ternyata Positif Nyabu
"Sebenarnyo pado waktu itu kami melaksanakan musyawarah turun ke sawah yang dilakukan di rumah adat, dalam musyawarah biasanya selalu ada perdebatan untuk mencari kesepakatan tersebut," tuturnya, Minggu (14/8/2022).
Namun tanpa dia duga, pelaku bersama empat orang lainnya langsung mengeroyoknya. "Dalam debat tersebut kades langsung memukul saya dengan tangan dan empat orang lainnya yang juga merupakan aparat desa ikut memukul saya," ungkap korban.
Tidak terima dengan pengeroyokan tersebut, akhirnya korban membuat laporan ke Polsek Tabir Ulu pada Sabtu (13/8/2022).
Baca juga: Parah, 5 Pelajar Aniaya Remaja hingga Pingsan kemudian Dicekoki Miras Oplosan
Kapolsek Tabir Ulu Iptu Ramadhan Agustiansyah mengakui adanya pengeroyokan tersebut. “Ya, kemarin memang ada salah seorang warga yang datang melapor ke Polsek Tabir Ulu terkait adanya pengeroyokan," katanya, Minggu (14/8/2022).
Kapolsek menambahkan, rencananya Senin besok beberapa saksi akan dimintai keterangan di Polsek Tabir Ulu.
(nic)
Lihat Juga :