Kuliah Tamu FUD IAIN Bone Hadirkan Pemateri dari Diktis Kemenag RI
Minggu, 14 Agustus 2022 - 16:33 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut dia memaparkan bahwa, moderasi beragama bukan berarti memperbaharui ajaran agama akan tetapi mungubah cara pandang, penafsiran dan pemahaman kita terhadap ajaran agama agar tidak terjebak dalam ekstrimisme radikal maupun liberal.
Melainkan kata dia, mengkolaborasikan antara teks dan konteks dengan mempertimbangkan historical konteks, asbabun Nuzul ayat, asbab Al wurud hadis, agar ajaran agama dipahami dalam koridor pertengahan, dan tidak ekstrim.
"Moderasi beragama itu menjunjung tinggi perilaku tawassuth atau pertengahan tawazun atau keseimbangan, ta"addul atau adil, dan tasamuh atau toleransi," tegasnya.
Dekan FUD Dr Sarifah Suhra, menyampaikan bahwa penyuluhan moderasi beragama sangat penting digiatkan agar tidak berkembang paham yang menjustifikasi kebenaran hanya milik kelompok tertentu dan menyalahkan paham kelompok lain.
Baca Juga: Dosen IAIN Bone Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Bone
Melainkan kata dia, mengkolaborasikan antara teks dan konteks dengan mempertimbangkan historical konteks, asbabun Nuzul ayat, asbab Al wurud hadis, agar ajaran agama dipahami dalam koridor pertengahan, dan tidak ekstrim.
"Moderasi beragama itu menjunjung tinggi perilaku tawassuth atau pertengahan tawazun atau keseimbangan, ta"addul atau adil, dan tasamuh atau toleransi," tegasnya.
Dekan FUD Dr Sarifah Suhra, menyampaikan bahwa penyuluhan moderasi beragama sangat penting digiatkan agar tidak berkembang paham yang menjustifikasi kebenaran hanya milik kelompok tertentu dan menyalahkan paham kelompok lain.
Baca Juga: Dosen IAIN Bone Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Bone
Lihat Juga :