Berhasil Terapkan P2L, KWT Binama Pasok Sayuran ke Pasar Modern

Selasa, 30 Juni 2020 - 08:35 WIB
loading...
Berhasil Terapkan P2L,...
Mentan Syahrul Yasin Limpo menyempatkan diri meninjau program P2L KWT Binama di Desa Cibodas, Lembang, KBB. Foto/Dok.Humas BBPP Lembang
A A A
BANDUNG BARAT - Kelompok Wanita Tani (KWT) Binama di Kampung Wangsakerta, Desa Cibodas Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), berhasil memaksimalkan lahan pekarangan untuk budidaya hortikultura dan tanaman obat.

Pola budidayanya, KWT yang telah berdiri sejak 18 Februari 2013 ini, menerapkan budidaya ramah lingkungan dengan memanfaatkan bahan alami, mulai dari persemaian hingga pemeliharaan. (BACA JUGA: Ridwan Kamil: Tinggal di Desa, Rezeki Kota, Bisnis Mendunia )

Ketua KWT Binama Ratna mengatakan, tujuh tahun berdiri, kini anggotanya mencapai 40 orang. Jerih payahnya mulai membuahkan hasil dengan memetik panen sayuran dari lahan demplot dan pekarangan para anggota KWT seluas 1.400 meter persegi. (BACA JUGA: Lahan Terbatas, Petani Teh di Purwakarta Tingkatkan Produksi dan Kualitas )

Seperti bayam, kemangi, seledri, aneka cabai, selada keriting, bawang daun, pakcoy, lorosa, tomat cherry. Serta aneka tanaman obat seperti sambung nyawa, honje, jahe merah, antanan, daun ginseng, dan pokpohan. (BACA JUGA: Pelatihan Bertani on Cloud, Manfaatkan Pekarangan Jadi Lebih Produktif )

"Selain kontinu menanam sayuran kami juga memiliki screen house persemaian. Termasuk melakukan pengolahan sayuran dan tanaman toga yang tidak masuk ke grade pasar modern menjadi keripik," kata Ratna kepada SINDOnews, Senin (29/6/2020).

Dia mengemukakan, beberapa waktu lalu Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo saat kunjungan kerja ke Lembang, menyempatkan diri meninjau Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) KWT Binama didampingi pejabat Eselon I dan II Lingkup Kementan.

Di hadapan Mentan, Ratna mengemukakan, pemasarannya dibagi ke pasar modern, pasar tradisional, dan warung dengan sayuran grade C. Pertanian yang dikembangkan dengan goes to organic, kini memiliki omzet Rp2-3 juta/bulan.

Mentan Syahrul Yasin Limpo menyebutkan pemanfaatan pekarangan oleh KWT Binama dapat menopang konsumsi dan memenuhi gizi keluarga. Bahkan bisa juga dijual sehingga dapat meningkatkan pendapatan.

“Ayo, dukung ibu-ibu dan seluruh masyarakat memanfaatkan pekarangan. Karena lahan pekarangan se-Indonesia mencapai 10 juta hektare. Itu menjadi modal dasar ditambah dengan iklim tropis yang sangat cocok untuk budidaya pertanian," ujar Mentan.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi menuturkan, tujuan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) adalah meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan pangan rumah tangga sehingga bisa sehat, aktif, dan produktif.

Penyuluh pertanian pendamping KWT Binama Ferry Ferdiansyah menimpali, dirinya rutin melakukan pendampingan ke kelompok, berbagi pengetahuan tentang teknologi terbaru pertanian yang dapat diterapkan dan memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi.

"Edukasi pertanian terus kami sampaikan mengingat KWT Binama ini terus-menerus melakukan proses budidaya dan kontinu memasok sayuran ke berbagai pasar baik pasar modern maupun tradisional," tutur Ferry.
(awd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadapi Musim Kemarau,...
Hadapi Musim Kemarau, Petani Jabar Ikuti Edukasi Pentingnya Perubahan Pola Budidaya
Waka MPR Ibas: Kelancaran...
Waka MPR Ibas: Kelancaran Irigasi Kunci Sukses Ketahanan Pangan Nasional
Bangun Ekonomi Lokal,...
Bangun Ekonomi Lokal, Asprindo Persiapkan Kampung Industri Kedua di Sukoharjo
Modernisasi Pertanian...
Modernisasi Pertanian Nagekeo, Anggota DPRD Kosmas Lawa Bagho Serahkan Hand Tractor untuk Petani
113 Warga Terdampak...
113 Warga Terdampak Longsor Cisarua Bandung Barat
Kolaborasi Perguruan...
Kolaborasi Perguruan Tinggi Dorong Pemanfaatan Kemiri di Desa Ropang Sumbawa
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
Garudafood dan Pemkab...
Garudafood dan Pemkab Sumedang Jalin Kemitraan Strategis Pengembangan Pertanian Kacang Tanah
Rekomendasi
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Berita Terkini
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved