Usai Imunisasi, Balita di Tangerang Keracunan Obat Kedaluwarsa
Rabu, 10 Agustus 2022 - 19:01 WIB
loading...
A
A
A
"Saya lihat di grup ternyata obatnya sudah kedaluwarsa 2 tahun. Saya panik dan menanyakan ke pihak posyandu," ujarnya. Baca: Cegah Peredaran Obat Kedaluwarsa, Pemkot Palembang Intensifkan Sidak
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dini Anggareni menjelaskan, petugas puskesmas menemukan tiga obat PCT drop kedaluwarsa di dalam tas Posyandu. Kemudian langsung dipisahkan dan berencana diserahkan ke petugas farmasi puskesmas.
Namun, saat sampai puskesmas petugas tersebut lupa menyerahkan kepada petugas farmasi."Kami sangat menyayangkan kejadian ini, dan memohon maaf sebesar-besarnya kepada para keluarga atas kelalaian pengelolaan obat yang terjadi di luar gedung puskesmas," ujarnya.
Kemudian, pada saat pelaksanaan BIAN di Kenanga Pondok Pucung, obat tersebut terbawa sehingga diberikan kepada pasien karena berasal dari tas yang sama tanpa memeriksa kembali ED (expired date) obat yang diberikan.
Kemudian diperoleh laporan dari kader atas kondisi salah satu bayi yang telah meminum obat dan petugas langsung bergerak melakukan penarikan obat tersebut.
"Diketahui, posyandu sudah tidak aktif 2 tahun karena pandemi. Obat yang lama ini belum sempat dilaporkan atau dikembalikan ke petugas farmasi di puskesmas. Sekali lagi, Kami meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga pasien," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dini Anggareni menjelaskan, petugas puskesmas menemukan tiga obat PCT drop kedaluwarsa di dalam tas Posyandu. Kemudian langsung dipisahkan dan berencana diserahkan ke petugas farmasi puskesmas.
Namun, saat sampai puskesmas petugas tersebut lupa menyerahkan kepada petugas farmasi."Kami sangat menyayangkan kejadian ini, dan memohon maaf sebesar-besarnya kepada para keluarga atas kelalaian pengelolaan obat yang terjadi di luar gedung puskesmas," ujarnya.
Kemudian, pada saat pelaksanaan BIAN di Kenanga Pondok Pucung, obat tersebut terbawa sehingga diberikan kepada pasien karena berasal dari tas yang sama tanpa memeriksa kembali ED (expired date) obat yang diberikan.
Kemudian diperoleh laporan dari kader atas kondisi salah satu bayi yang telah meminum obat dan petugas langsung bergerak melakukan penarikan obat tersebut.
"Diketahui, posyandu sudah tidak aktif 2 tahun karena pandemi. Obat yang lama ini belum sempat dilaporkan atau dikembalikan ke petugas farmasi di puskesmas. Sekali lagi, Kami meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga pasien," ucapnya.
(hab)
Lihat Juga :