SDN Delegan 1 Prambanan Dilalap Si Jago Merah, 7 Ruangan Ludes Terbakar

Rabu, 10 Agustus 2022 - 11:31 WIB
loading...
SDN Delegan 1 Prambanan Dilalap Si Jago Merah, 7 Ruangan Ludes Terbakar
Kebakaran hebat melanda bangunan SDN Delegan 1 yang berada di Jalan Prambanan Piyungan Selasa (9/8/2022) malam. Akibat kebakaran tersebut setidaknya ada tujuh ruangan terbakar. Foto SINDOnews
A A A
SLEMAN - Kebakaran hebat melanda bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Delegan 1 yang berada di Jalan Prambanan Piyungan Selasa (9/8/2022) malam. Akibat kebakaran tersebut setidaknya ada tujuh ruangan dan seluruh isinya ludes dilalap si jago merah .



Berdasarkan informasi, peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekira pukul 19.15 WIB oleh seorang warga yang hendak pulang ke rumah. Saat warga tersebut melintas di jalan sebelah utara sekolah, dia mendengar suara ledakan kencang. Baca juga: Amuk si Jago Merah Akibatkan Belasan Ribu Ayam Terpanggang, Pemilik Rugi Rp1,2 Miliar

Lalu dia bersama warga berusaha memadamkan api dengan selang air seadanya. Mobil pemadam kebakaran (Damkar) baru datang pukul 19.45 WIB. Antara lain satu unit Damkar Bantul, dua unit Damkar Kota Jogjakarta, tiga unit Damkar Sleman dan satu unit tanki milik warga setempat dengan di bantu relawan dan warga. Api baru dapat dipadamkan sekira pukul 23.00 WIB.

"Ada empat unit pemadam kebakaran yang turut memadamkan api," tutur relawan FPRB Srimartani Piyungan Bantul, Ahmad Yani. Baca juga: Kebakaran Pabrik Pakaian Dalam di Tegal Alur Berhasil Dilokalisir

Kepala Sekolah SDN Delegan 1, Sartono menuturkan, akibat kebakaran tersebut setidaknya ada tujuh ruangan yang rusak. "Bangunan yang ludes terbakar di antaranya ruang kelas 1, 2, 3 dan 6, ruang kepala sekolah, laboratorium dan ruang guru," ungkapnya.

Seluruh perabot di dalam ruangan terbakar, termasuk juga atapnya juga ludes. Belasan komputer di ruang laboratorium, guru dan juga kepala sekolah beserta berkas-berkas yang ada di dalamnya juga ludes. Selain itu, organ tunggal dan radio wireless juga terbakar. "Untuk kerugian sementara belum bisa ditaksir,"paparnya.

Sartono mengakui, saat peristiwa terjadi memang tidak ada penjaga sekolah. Sebab, penjaga sekolah datang pada pukul 22.00 WIB setiap harinya. "Terkait penyebab kejadian, kemungkinan besar karena korsleting listrik pada bel sekolah," terangnya.
(don)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2332 seconds (11.252#12.26)