Kisruh Kesultanan Keraton Kasepuhan Cirebon Terus Bergulir
Senin, 29 Juni 2020 - 15:10 WIB
loading...
Kisruh Kasultanan Keraton Kasepuhan Cirebon Terus Bergulir. Foto/Ist
A
A
A
CIREBON - Setelah sebelumnya pintu masuk area keraton disegel dengan cara digembok, kini Sultan Keraton Kasepuhan Pangeran Raja Adipati Aarief Natadiningrat dianggap bukan keturunan resmi sultan sebelumnya.
Statemen tersebut muncul dari pria yang mengklaim sebagai Raden Raharjo Djali, yang merupakan cucu keturunan langsung dari Sultan Sepuh ke-XI, Tajul Arifin Muhammad Samsudin Saja Nata Diningrat. (Baca juga: Objek Wisata Kembali Dibuka, Warga Kota Cirebon Tidak Antusias )
Menurut dia, Pangeran Arif Natadiningrat yang saat ini menjabat sebagai Sultan Sepuh ke XIV, bukanlah keturunan langsung sultan sebelumnya karena Pangeran Arif masih memiliki keturunan darah dari Belanda. Sehingga idealnya tidak bisa menjabat dan bertahta sebagai Sultan Sepuh XIV.
Dirinya juga siap menantang Pangeran Arief untuk uji DNA agar masyarakat tahu sejauh mana kebenarannya. Serta akan membuktikan di depan hukum jika Pangeran Arif menempuh jalur ini.
“Tindakan menyegel pintu keraton didasari atas keperihatinan tehadap kondisi keraton yang terkesan tidak terurus. Sehingga peninggalan sunan gunung jati ini terlihat kotor,” kata Raden Raharjo Djali.
Statemen tersebut muncul dari pria yang mengklaim sebagai Raden Raharjo Djali, yang merupakan cucu keturunan langsung dari Sultan Sepuh ke-XI, Tajul Arifin Muhammad Samsudin Saja Nata Diningrat. (Baca juga: Objek Wisata Kembali Dibuka, Warga Kota Cirebon Tidak Antusias )
Menurut dia, Pangeran Arif Natadiningrat yang saat ini menjabat sebagai Sultan Sepuh ke XIV, bukanlah keturunan langsung sultan sebelumnya karena Pangeran Arif masih memiliki keturunan darah dari Belanda. Sehingga idealnya tidak bisa menjabat dan bertahta sebagai Sultan Sepuh XIV.
Dirinya juga siap menantang Pangeran Arief untuk uji DNA agar masyarakat tahu sejauh mana kebenarannya. Serta akan membuktikan di depan hukum jika Pangeran Arif menempuh jalur ini.
“Tindakan menyegel pintu keraton didasari atas keperihatinan tehadap kondisi keraton yang terkesan tidak terurus. Sehingga peninggalan sunan gunung jati ini terlihat kotor,” kata Raden Raharjo Djali.
Lihat Juga :