Ketua DPRD Kendal Minta Guru Sekolah dan Madrasah Ma'arif tidak Kalah dari Google
Sabtu, 06 Agustus 2022 - 21:17 WIB
loading...
Ketua DPRD Kendal, Muhammad Makmun saat memberikan sambutan pada pelantikan kepala sekolah dan kepala madrasah LP Maarif Kendal, Sabtu (6/8/2022).
A
A
A
KENDAL - Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi mengancam otoritas guru sebagai pendidik. Betapa tidak, para siswa saat ini dapat dengan mudah mengakses informasi dan pelajaran di sekolah melalui teknologi internet.
Menghadapi ancaman itu, Ketua DPRD Kendal, Muhammad Makmun meminta para guru untuk membekali dirinya dengan kemampuan literasi digital. Menurutnya hal itu sangat penting agar para guru tetap bisa menjalankan fungsinya sebagai pendidik, yang tidak hanya mentransfer ilmu tapi juga menjadi sosok panutan.
“Mau tidak mau guru harus mau mengupdate dan mengupgrade pengetahuannya, khususnya dalam literasi digital. Karena murid-murid yang dihadapi di luar kelas juga punya guru, namanya mbah Google,” ungkapnya, saat memberikan sambutan pada pelantikan kepala sekolah dan kepala madrasah di bawah LP Ma'arif Kendal di gedung DPRD Kendal, Sabtu (6/8/2022).
Lebih lanjut, ketua dewan yang dikenal berlatar belakang pesantren ini mengapresiasi kontribusi LP Ma'arif dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Kendal. Menurutnya, pelayanan pendidikan yang seharusnya menjadi tugas pemerintah, karena berbagai keterbatasan membutuhkan andil dari masyarakat.
“Pendidikan menjadi sektor paling vital untuk melahirkan SDM-SDM Kendal yang berkualitas. Dan saya yakin, di sekolah dan madrasah Maarif, para siswa tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan tapi juga mendapatkan pelajaran akhlak, yang ini tidak bisa diajarkan oleh Google atau bahkan teknologi yang lebih canggih lagi,” terang Makmun.
Diberitakan, Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Kendal menggelar pelantikan kepala sekolah dan madrasah se Kabupaten Kendal. Sebanyak 25 kepala sekolah dan madrasah di bawah naungan LP Ma'arif Kendal yang dilantik, sebelumnya telah melalui proses seleksi yang ketat dengan melibatkan tim assessor terlatih.
Ketua LP Ma'arif Kendal, Ahmad Khoiron mengatakan seleksi dengan melibatkan tim assessor dalam mengisi jabatan kepala sekolah dan madrasah telah dilakukan sejak tahun 2016. Menurut Khoiron hal ini untuk menjaga kualitas pendidikan di 139 sekolah dan madrasah yang dikelola LP Ma'arif Kendal.
Menghadapi ancaman itu, Ketua DPRD Kendal, Muhammad Makmun meminta para guru untuk membekali dirinya dengan kemampuan literasi digital. Menurutnya hal itu sangat penting agar para guru tetap bisa menjalankan fungsinya sebagai pendidik, yang tidak hanya mentransfer ilmu tapi juga menjadi sosok panutan.
“Mau tidak mau guru harus mau mengupdate dan mengupgrade pengetahuannya, khususnya dalam literasi digital. Karena murid-murid yang dihadapi di luar kelas juga punya guru, namanya mbah Google,” ungkapnya, saat memberikan sambutan pada pelantikan kepala sekolah dan kepala madrasah di bawah LP Ma'arif Kendal di gedung DPRD Kendal, Sabtu (6/8/2022).
Lebih lanjut, ketua dewan yang dikenal berlatar belakang pesantren ini mengapresiasi kontribusi LP Ma'arif dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Kendal. Menurutnya, pelayanan pendidikan yang seharusnya menjadi tugas pemerintah, karena berbagai keterbatasan membutuhkan andil dari masyarakat.
“Pendidikan menjadi sektor paling vital untuk melahirkan SDM-SDM Kendal yang berkualitas. Dan saya yakin, di sekolah dan madrasah Maarif, para siswa tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan tapi juga mendapatkan pelajaran akhlak, yang ini tidak bisa diajarkan oleh Google atau bahkan teknologi yang lebih canggih lagi,” terang Makmun.
Diberitakan, Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Kendal menggelar pelantikan kepala sekolah dan madrasah se Kabupaten Kendal. Sebanyak 25 kepala sekolah dan madrasah di bawah naungan LP Ma'arif Kendal yang dilantik, sebelumnya telah melalui proses seleksi yang ketat dengan melibatkan tim assessor terlatih.
Ketua LP Ma'arif Kendal, Ahmad Khoiron mengatakan seleksi dengan melibatkan tim assessor dalam mengisi jabatan kepala sekolah dan madrasah telah dilakukan sejak tahun 2016. Menurut Khoiron hal ini untuk menjaga kualitas pendidikan di 139 sekolah dan madrasah yang dikelola LP Ma'arif Kendal.
Lihat Juga :