Jokowi Minta Pengambilan Paksa Jenazah COVID-19 Tak Terjadi Lagi
Senin, 29 Juni 2020 - 14:14 WIB
loading...
Tim Gugus Tugas COVID-19 Sulsel mengambil kembali jenazah pasien corona yang sebelumnya sempat diambil paksa oleh pihak keluarga. Foto: SINDOnews/Faisal Mustafa
A
A
A
JAKARTA - Kasus pengambilan paksa jenazah COVID-19 yang kerap terjadi di masyarakat, menjadi perhatian serius Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Jokowi bahkan meminta agar komunikasi kepada masyarakat terkait penanganan COVID-19 dilakukan dengan lebih baik. Dia meminta melibatkan pihak-pihak lain yang mumpuni agar masyarakat bisa memahami langkah penanganan COVID-19 .
Baca Juga: Polisi Amankan 31 Orang Terkait Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 di Makassar
"Kemudian pelibatan tokoh agama, tokoh-tokoh masyaralat, budayawan, sosiolog, antropolog dalam komunikasi publik harus secara besar-besaran harus kita libatkan," katanya saat membuka rapat terbatas, Senin (29/6/2020).
Dengan komunikasi yang baik, lanjut Jokowi, fenomena seperti membawa jenazah COVID-19 kabur dari rumah sakit tidak perlu terjadi lagi.
Jokowi bahkan meminta agar komunikasi kepada masyarakat terkait penanganan COVID-19 dilakukan dengan lebih baik. Dia meminta melibatkan pihak-pihak lain yang mumpuni agar masyarakat bisa memahami langkah penanganan COVID-19 .
Baca Juga: Polisi Amankan 31 Orang Terkait Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 di Makassar
"Kemudian pelibatan tokoh agama, tokoh-tokoh masyaralat, budayawan, sosiolog, antropolog dalam komunikasi publik harus secara besar-besaran harus kita libatkan," katanya saat membuka rapat terbatas, Senin (29/6/2020).
Dengan komunikasi yang baik, lanjut Jokowi, fenomena seperti membawa jenazah COVID-19 kabur dari rumah sakit tidak perlu terjadi lagi.
Lihat Juga :