Padukan Tausiah dan Humor, Ridwan Kamil-Gus Miftah Ajak Milenial Hindari Pertengkaran

Kamis, 04 Agustus 2022 - 21:34 WIB
loading...
Padukan Tausiah dan Humor, Ridwan Kamil-Gus Miftah Ajak Milenial Hindari Pertengkaran
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Gus Miftah membekali ribuan siswa SMA/SMK/SLB se-Bandung Raya dengan nilai-nilai wawasan kebangsaan, Kamis (4/8/2022). Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa
A A A
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Gus Miftah membekali ribuan siswa SMA/SMK/SLB se-Bandung Raya dengan nilai-nilai wawasan kebangsaan dalam kegiatan Ceramah Kebangsaan di Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Kamis (4/8/2022).

Acara yang digagas Gus Miftah tersebut dikemas menarik. Materi wawasan kebangsaan bertema "Moderasi Beragama dan Berbangsa yang Menyenangkan" itu disampaikan dengan memadukan tausiah dan humor yang cocok dengan anak-anak milenial itu.

Baca juga: Profil Gus Miftah, Berdakwah Saat Usia 21 Tahun

"Mudah-mudahan orasi kebangsaan ini menjadi penguat agar kita jauh dari pertengkaran, selalu menjadikan Jawa Barat yang damai dan toleran oleh narasi-narasi seperti tadi," ujar Ridwan Kamil.

Menurut Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, konten Ceramah Kebangsaan ini adalah anak-anak muda yang memang rentan terhadap asupan informasi, baik dari media sosial (medsos) maupun lingkungannya yang berpotensi melemahkan wawasan kebangsaan.

Tercatat 1.500 siswa hadir langsung di Sport Jabar Arcamanik yang umumnya para pemimpin di kelasnya, termasuk para guru mata pelajaran PPKN. Sedangkan sekitar 3.000 peserta lainnya hadir secara virtual.

"Mereka nantinya bisa meneruskan ke lingkungan terdekatnya. Inilah investasi, nanti panennya kedamaian dan kondusivitas yang kita cita-citakan," harapnya.

Baca juga: Fantastis! Blangkon Gus Miftah Laku Rp200 Juta dalam Lelang

Lebih lanjut Kang Emil mengatakan, Jabar menjadi provinsi pertama di Indonesia yang memiliki kurikulum antiradikalisme. Melalui kurikulum tersebut, ketahanan ideologi disiapkan oleh sekolah lewat kearifan lokalnya maupun muatan lokal.

"Jawa Barat kan provinsi pertama yang punya kurikulum antiradikalisme, kita sedang mempersiapkan ketahanan ideologi itu lewat kearifan lokal atau muatan lokal," ujarnya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1612 seconds (11.97#12.26)