Pemkot Parepare Gandeng Bank Sulselbar Sosialisasi Transaksi Digital di Pasar
Kamis, 04 Agustus 2022 - 17:48 WIB
loading...
Suasana sosialisasi penggunaan QRIS, sistem bayar non tunai bagi pedagang yang diinisiasi Dinas Perdagangan Parepare. Foto: SINDOnews/Darwiaty Dalle
A
A
A
PAREPARE - Dinas Perdagangan (Disdag) menggandeng Bank Sulselbar Cabang Parepare menggelar sosialisasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), Kamis (4/8/2022). Kegiatan dilaksanakan di Ruang Rapat Pimpinan Cabang Bank Sulselbar Parepare.
Pimpinan Cabang Bank Sulselbar Parepare, Hazjul mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), agar tujuan dari pertemuan tersebut bisa dicapai.
Baca juga:Berstatus Bank Devisa, Bank Sulselbar Garap Potensi Transaksi Internasional
Petugas pasar, kata dia, dianggap penting menjadi pihak pertama yang terlebih dahulu diberikan pemahaman, sebelum tim dari bank yang turun. Ide ini pundinilai sangat luar biasa oleh Kadis Perdagangan Parepare. “Kami mengapresiasi hal itu,” katanya.
Penggunaan QRIS dalam transaksi, jelas Hazjul, dapat meminimalisir kebocoran, dan menghasilkan pendataan yang akuntabel, dan transparan agar pekerjaan ringan.
"Nanti ada tim kami yang memberikan penjelasan penggunaan dan pengoperasian QRIS setelah penagih retribusi telah memberikan informasi awal kepada para pedagang. Yang jelas, perlu dipahami bersama bahwa menggunakan QRIS ini mudah digunakan, mudah dipantau, aman dan nyaman," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Disdag Parepare, Prasetyo Catur Christianto mengatakan, sosialisasi ini merupakan bagian dari tindak lanjut keinginan Wali Kota Parepare , Taufan Pawe yang menginginkan sosialisasi literasi dan edukasi terkait transaksi digitalisasi, diperluas.
Baca juga:Bank Sulselbar Kucurkan Rp500 Juta untuk UMKM pada Peringatan HUT ke-63 Maros
"Ke depannya, tidak ada lagi transaksi tunai di pasar-pasar, dan ini juga merupakan instruksi Bank Indonesia bahwa transaksi di pasar juga menggunakan QRIS," ujarnya.
Prasetyo menjelaskan, pungutan retribusi pasar akan discan melalui QRIS, sehingga langkah awal yang perlu dilakukan yakni, edukasi petugas pasar supaya membangun kesamaan persepsi dengan pihak bank, untuk memudahkan pekerjaan di lapangan nantinya.
"QRIS ini akan dilakukan se-Indonesia, jadi mindset kita sekarang harus diubah bahwa ke depannya transaksi melalui digitalisasi, sehingga tidak lagi melakukan transaksi tunai. Karena, digitalisasi ini perlu percepatan, dengan keseriusan dan kesungguhan, saya yakin adaptasinya bisa cepat. Mohon dukungannya untuk menyukseskan program ini " paparnya.
Baca juga:Bank Sulselbar Serahkan Hadiah Program Nabung Untung di Luwu
Sebelumnya, Wali Kota Parepare Taufan memaparkan, transaksi digital sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Agar transaksi non tunai meluas, katanya, dibutuhkan upaya sosialisasi literasi dan edukasi yang terus dilakukan.
"Yang dibutuhkan sekarang sosialisasi secara literasi dan edukasi. Karena persoalan transaksi non tunai ini bukan sesuatu yang mudah. Harus ada kepercayaan yang telah terbangun dengan baik. Jika itu terjadi, sisa persoalan waktu," tandasnya.
Pimpinan Cabang Bank Sulselbar Parepare, Hazjul mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), agar tujuan dari pertemuan tersebut bisa dicapai.
Baca juga:Berstatus Bank Devisa, Bank Sulselbar Garap Potensi Transaksi Internasional
Petugas pasar, kata dia, dianggap penting menjadi pihak pertama yang terlebih dahulu diberikan pemahaman, sebelum tim dari bank yang turun. Ide ini pundinilai sangat luar biasa oleh Kadis Perdagangan Parepare. “Kami mengapresiasi hal itu,” katanya.
Penggunaan QRIS dalam transaksi, jelas Hazjul, dapat meminimalisir kebocoran, dan menghasilkan pendataan yang akuntabel, dan transparan agar pekerjaan ringan.
"Nanti ada tim kami yang memberikan penjelasan penggunaan dan pengoperasian QRIS setelah penagih retribusi telah memberikan informasi awal kepada para pedagang. Yang jelas, perlu dipahami bersama bahwa menggunakan QRIS ini mudah digunakan, mudah dipantau, aman dan nyaman," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Disdag Parepare, Prasetyo Catur Christianto mengatakan, sosialisasi ini merupakan bagian dari tindak lanjut keinginan Wali Kota Parepare , Taufan Pawe yang menginginkan sosialisasi literasi dan edukasi terkait transaksi digitalisasi, diperluas.
Baca juga:Bank Sulselbar Kucurkan Rp500 Juta untuk UMKM pada Peringatan HUT ke-63 Maros
"Ke depannya, tidak ada lagi transaksi tunai di pasar-pasar, dan ini juga merupakan instruksi Bank Indonesia bahwa transaksi di pasar juga menggunakan QRIS," ujarnya.
Prasetyo menjelaskan, pungutan retribusi pasar akan discan melalui QRIS, sehingga langkah awal yang perlu dilakukan yakni, edukasi petugas pasar supaya membangun kesamaan persepsi dengan pihak bank, untuk memudahkan pekerjaan di lapangan nantinya.
"QRIS ini akan dilakukan se-Indonesia, jadi mindset kita sekarang harus diubah bahwa ke depannya transaksi melalui digitalisasi, sehingga tidak lagi melakukan transaksi tunai. Karena, digitalisasi ini perlu percepatan, dengan keseriusan dan kesungguhan, saya yakin adaptasinya bisa cepat. Mohon dukungannya untuk menyukseskan program ini " paparnya.
Baca juga:Bank Sulselbar Serahkan Hadiah Program Nabung Untung di Luwu
Sebelumnya, Wali Kota Parepare Taufan memaparkan, transaksi digital sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Agar transaksi non tunai meluas, katanya, dibutuhkan upaya sosialisasi literasi dan edukasi yang terus dilakukan.
"Yang dibutuhkan sekarang sosialisasi secara literasi dan edukasi. Karena persoalan transaksi non tunai ini bukan sesuatu yang mudah. Harus ada kepercayaan yang telah terbangun dengan baik. Jika itu terjadi, sisa persoalan waktu," tandasnya.
(luq)
Lihat Juga :