Atasi Anjloknya Harga Sawit, Gubernur Sumsel Minta Pemda Diberi Kewenangan Pengawasan

Rabu, 03 Agustus 2022 - 13:35 WIB
loading...
Atasi Anjloknya Harga Sawit, Gubernur Sumsel Minta Pemda Diberi Kewenangan Pengawasan
Kian anjloknya harga sawit membuat Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, meminta agar Pemda dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota diberikan kewenangan untuk mengawasi sektor perkebunan sawit. Foto SINDOnews
A A A
PALEMBANG - Kian anjloknya harga sawit membuat Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, meminta agar pemerintah daerah (pemda) dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota diberikan kewenangan untuk mengawasi sektor perkebunan sawit.

"Saya minta diberikan kewenangan untuk mengawasi sawit. Ini untuk bahan kajian saja, karena kami ada kendala jika sama sekali tidak punya kewenangan," ujar Herman Deru, Selasa (2/8/2022). Baca juga: Sepanjang 2021, Indonesia Ekspor 26,9 Juta Ton Minyak Sawit Senilai Rp423,7 Triliun

Deru mengatakan, saat ini tidak ada yang dapat dilakukan pemerintah daerah terkait persoalan yang terjadi di sektor kelapa sawit yang beberapa waktu lalu berimbas pada kenaikan harga minyak goreng.



"Hal tersebut terjadi karena pemerintah provinsi hingga pemerintah kabupaten/kota tidak diberikan kewenangan untuk memberikan perizinan, sehingga Pemda sama sekali tidak dapat berbuat banyak," jelasnya.

Padahal, kata Deru, Sumsel menjadi sebagai salah satu daerah penghasil CPO terbesar di Indonesia dengan luas lahan mencapai 1,3 juta Hektare. "Artinya, jika dibagikan dengan total penduduk Sumsel maka 6 orang warga Sumsel memiliki satu hektare lahan sawit," katanya.

Perkebunan sawit di Sumsel sebagian besar dikuasai oleh perusahaan besar, berbeda dengan perkebunan karet yang mayoritas milik rakyat. Menurutnya, harus ada pendelegasian dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah untuk pengawasan rantai pasok dan rantai distribusi dari perkebunan sawit. Baca juga: Desak Penghapusan DMO dan DPO, Petani Sawit: Saatnya Mendag Dobrak Regulasi

Berdasarkan data BPS, harga minyak goreng kemasan pada Mei sebesar Rp22.500 per liter yang kemudian turun menjadi Rp22.300 per liter pada Juni, dan kembali turun menjadi Rp21.600 per liter pada Juli 2022.

Sedangkan harga minyak goreng curah pada Mei sebesar Rp18.200 per liter yang kemudian turun menjadi Rp16.900 per liter pada Juni, dan menyentuh titik terendahnya sebesar Rp15.000 per liter pada Juli 2022.
(don)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1211 seconds (11.210#12.26)